Showing posts with label Maintenance. Show all posts
Showing posts with label Maintenance. Show all posts

Thursday, May 7, 2009

Solid Lubricant ( Grease )

. Thursday, May 7, 2009
1 comments

Grease merupakan pelumas berbentuk padat. Terbuat dari minyak pelumas yang didapatkan dengan campuran sabun metalic atau non sabun metalic dan additive.

 

Klasifikasi Grease.
Pelumas diklasifikasikan berdasar tingkat kekentalan, sedangkan grease diklasifikasikan berdasarkan tingkat kekerasaan  (consistency). Klasifikasi tingkat kekerasan grease ditentukan oleh National Lubricating Institute (NLGI), yang membagi tingkat kekerasan grease menjadi 9 tingkat kekerasaan (000~ 6). Penetuan kekerasan ini diuji berdasar persyaratan uji ASTM D217 ( American Standard Testing and Material ) dengan mengukur jarak penetrasi grease ( 1/10 mm ). Pada temperatur 25ºC dengan alat one quarter scale cone equipment. Table berikut menunjukkan klasifikasi tingkat kekentalan grease yang ditetapkan oleh NLGI.

 

Klasifikasi grease 

Spesifiaksi Grease.
Spesifiaksi  grease dipengaruhi oleh ciri fisik grease yang menetukan kemampuan grease sebagai pelumas.
ƒ  Penetration atau penetarsi adalah kemampuan grease melakukan penetrasi dipengaruhi oleh kekentalan grease. Semakin kental/keras grease angka penetrasinya semakin kecil. Grease dengan kemampuan penetrasi tinggi akan mamapu memberikan pelumasan pada celah yang kecil dengan baik.
ƒ  Drop point atau titik leleh adalah titik suhu pada saat grease mulai mencair akibat panas. Drop point menentukan suhu kerja maksimum grease yang biasanya ditentukan dibawah drop point.

 
Pokok – pokok pelumasan yang benar.
ƒ  Pastikan bahwa jenis pelumas yang digunakan sesuai untuk setiap titik/bagian pelumasan sesuai rekomendasi pembuat mesin.
ƒ  Berikan pelumasan atau penggantian pada selang waktu yang tetap sesuai rekomendasi pembuat mesin.
ƒ  Berikan pelumasan atau penggantian pelumas dengan cara yang tepat dan sesuai petunjuk OMM ( Operation And Maintenance Manual ).
ƒ  Berikan pelumasan dalam jumlah yang tepat sesuai petunjuk perawatan dan pengoperasian.
ƒ  Jaga agar pelumas tetap bersih dengan cara menutup tempatnya dan menjaga kebersihan ruang penyimpanannya.
ƒ  Berikan pelumasan dengan peralatan yang bersih dan cegah terjadinya kontaminasi pelumas. 

 

Penyimpanan dan penanganan pelumas.
Pelumas sedapat mungkin di bawah atap sehingga tidak terpengaruh cuaca. Apapun bentuk kemasan / tempat pelumaa bila sudah pernah dibuka dan isinya sudah dipakai haruslah ditutup kembali. Bila penyimpanan drum yang belum dibuka diluar tidak dapat dihindarkan maka beberapa tindakan pencegahan harus dilakukan.  Yaitu :
ƒ  Drum sebaiknya disimpan dengan posisi tidur, dengan posisi tutup   membentuk  garis
horizontal ( jam tiga atau sembilan ).
ƒ  Bila oleh suatu sebab drum harus disimpan berdiri, drum harus terlepas dari tanah dan
dilepaskan dengan posisi terbalik ( tutup dibawah ). Bila tidak mungkin posisikan drum miring agar air hujan tidak mengenai tutup.
ƒ  Gunakan lap untuk membersihkan hose, pipa atau peralatan lain, tetapi jangan gunakan lap dari bahan katun wool lepas yang cenderung meninggalkan serat pada saat digunakan lap. 


Sumber : Preventive Maintenance Training Handbook

Klik disini untuk melanjutkan »»

Coolant ( Pendingin )

.
0 comments

Coolant adalah zat cair yang digunakana pada circuit pendingin engine. Fungsi utama coolant adalah sebagai penyerap panas, pada bagian–bagian engine seperti cylinder block & cylinder head. Selain itu coolant juga :


ƒ  Memiliki sifat penyerap panas / sebagai media pemindah panas.
ƒ  Mencegah terjadinya / timbulnya endapan pada sirkuit sistem pendingin.
ƒ  Tidak mengakibatkan korosif terhadap logam besi , tembaga ataupun aluminum.


Air merupakan media praktis sebagai penyerap panas, walaupun demikian   lambat laun air dapat menyebabkan korosi, karena kandungan mineral dalam air dapat mengakibatkan timbulnya endapan pada permukaan saluran   pendingin. Clorida, sulfat, magnesium dan calsium pada air dapat menyebabkan scale deposit dan sludge deposit atau korosi. Air yang telah mengalami distilasi atau detonisasi sangat direkomendasikan penggunaannya untuk mengurangi efek yang ditimbulkan oleh kandungan mineral pada air. Kandungan maksimum mineral dalam air pendingin ditunjukkan dalam tabel berikut : 

 

Coolant


Selain batas maksimum kandungan mineral, air tidak boleh bersifat asam atau bersifat basa,jadi air harus bersifat netral  atau dengan kata lain harus memiliki pH 7, selain air itu harus bersih, tidak berwarna dan tidak berasa. 

 

Sumber : Preventive Maintenance Training Handbook.

Klik disini untuk melanjutkan »»

Friday, February 20, 2009

Maintenance Alat Berat ( bagian 2 )

. Friday, February 20, 2009
0 comments

1. Preventive Maintenance.

      Perawatan yang dilakukan pada unit tujuannya adalah untuk mencegah atau memindahkan kemungkinan munculnya gangguan / kerusakan pada machine. Preventive Maintenance dilakukan tanpa perlu menunggu adanya tanda–tanda kerusakan atau rusak. Untuk demikian ini, preventive maintenance dibagi atas tiga model maintenance :
1. Periodic Maintenance
2. Schedule Overhaul
3. Condition Base Maintenance

 

1.1 Periodic maintenance
       Periodic maintenance adalah pelaksanaan service yang harus dilakukan setelah peralatan bekerja untuk jumlah jam operasi tertentu. Jumlah jam kerja ini adalah sesuai dengan jumlah yang ditunjukan oleh pencatat jam operasi (service meter) yang ada pada alat tersebut.Periodic maintenance ini, meliputi:

 

1.1.1 Periodic inspection
      Pemeriksaan atau inspeksi harian sebelum unit dioperasikan dan pemeriksaan mingguan, hal ini dilakukan untuk mengetahui kedaan machine apakah aman untuk dioperasikan.Dalam melaksanakan periodic inspection terutama dalam pelaksanaan perawatan harian ( daily maintenance ), bisa menggunakan beberapa alat bantu, antara lain :

  1. Check sheet: Suatu form ( daftar ) yang dipergunakan untuk mencatat hasil operasi dari tiap – tiap machine dalam satu hari operasi.
  2. Daily check form : Suatu form (daftar) seperti halnya check sheet, letak perbedaannya hanya pada ukurannya yaitu pocket size sehinggga operator atau service-man akan dengan mudah mencatatnya.

1.1.2 Periodic service
      Perawatan machine / unit yang teratur adalah sangat penting demi menjamin pengoperasian yang bebas dari kerusakan dan memperpanjang umur unit. Waktu dan uang yang dikeluarkan untuk melaksanakan periodic service (perawatan berkala) akan dikompensasi dengan menjadi panjangnya umur unit dan berkurangnya ongkos operasi unit. Semua angka yang menunjukkan jumlah jam kerja pada keterangan yang tertera pada check sheet adalah didasarkan pada angka–angka yang dilihat pada service meter.

      Pada medan kerja unit yang berat atau kondisi operasi yang berat, maka jadwal periodic service bisa lebih dipersingkat lagi,tanpa harus mengikuti jadwal perawatan yang telah ditentukan oleh buku perawatan unit ( OMM )

      Jadi Periodic service adalah suatu usaha untuk mencegah timbulnya kerusakan yang dilakukan secara kontinyu dengan interval pelaksanaan yang telah tertentu berdasarkan hour meter ( HM ). Dalam pelaksanaannya lihat bagan berikut:

 

Jadwal PS

 

      Untuk PS 250 yang pertama bila machine masih baru maka perlu di perlakukan secara khusus. Dalam hal ini ada beberapa item yang mesti diganti walaupun usia pakainya belum selesai. Dengan melakukan hal ini berarti biaya yang di keluarkan memang lebih besar di awal kepemilikan alat ( baru atau setelah total overhaul). Tetapi, walau demikian suatu mesin yang baru tetap membutuhkan pengoperasian yang ekstra hati-hati pada 100 jam pertama, hal ini bertujuan untuk mendudukkan bagian-bagian yang bergerak dari mesin. Mesin baru harus dioperasikan dengan hati - hati, terutama mengenai hal-hal berikut ini:

  • Setelah start, hidupkanlah engine kira - kira 5 menit pada putaran rendah untuk memanaskannya sebelum beroperasi yang sesungguhnya.
  • Hindari menjalankan engine dengan putaran engine yang tinggi.
  • Hindari menjalankan atau menambah kecepatan mesin secara tiba-tiba, mengerem dengan tiba- tiba serta membelok dengan tajam jika tidak diperlukan.
  • Pada pengoperasian 250 jam kerja pertama, oli dan elemen saringannya harus diganti seluruhnya dengan oil dan elemen saringan yang baru dan asli.
  • Ingatlah selalu untuk melakukan perawatan dan pemeriksaan berkala seperti yang ditunjukan pada buku petunjuk.
  • Ingatlah selalu untuk mempergunakan bahan bakar dan minyak pelumas yang dianjurkan oleh pabrik.

2. Schedule Overhaul.
      Jenis perawatan yang dilakukan dengan interval tertentu sesuai dengan standard overhaul di lakukan terhadap masing-masing komponen yang ada.Schedule overhaul dilaksanakan untuk merekondisi machine atau komponen agar kembali ke kondisi standard sesuai dengan Standard Factory.

      Interval waktu yang telah di tentukan dipengaruhi oleh kondisi yang beraneka ragam seperti kondisi medan operasi, periodic service, skill operator dan sebagainya.

      Overhaul di laksanakan secara terjadwal tanpa menunggu machine / komponen tersebut rusak Dalam pelaksanaannya kadang kala terjadi sesuatu yang bisa merubah jadwal (schedule) overhaul tersebut.Misalnya engine yang tadinya direncanakan untuk di overhaul di HM 12.000,namun karena pada HM tersebut kondisi engine masih bagus,maka overhaul-nya diundur hingga HM mencapai 14.000.Macam - macam overhaul :

  • Engine overhaul
  • Transmission overhaul
  • Final drive overhaul
  • General overhaul.
  • Dan sebagainya.

3. Condition Base Maintenance
      Adalah jenis perawatan yang bertujuan untuk mengembalikan kondisi unit seperti semula (standard), dengan cara melakukan pekerjaan service Seperti: PPM, PPU yang hasil pengukurannya disesuaikan dengan standard yang terbaru (service news dan modification program).

      Hal-hal yang perlu diperhatikan pada saat melaksanakan pekerjaan perawatan adalah sebagai berikut:

  • Kecuali diinstruksikan secara spesifik/khusus, lakukanlah pekerjaan perawatan dengan engine dalam keadaan mati. Ketika melakukan pekerjaan dengan keadaan engine hidup,pekerjaan harus dilakukan oleh dua orang. Seorang operator harus duduk di tempat duduk operator dan yang lain melakukan pekerjaan perawatan. Keduanya harus bekerjasama dengan erat untuk menjamin keselamatan kerja yang semaksimum mungkin.
  • Gantungkanlah tanda peringatan (tag lock) untuk mencegah orang lain mengoperasikan mesin.
  • Buanglah oli setelah terlebih dahulu dipanasi sampai mencapai temperatur kerja.
  • Sebelum membuka tutup/cap radiator release terlebih dahulu tekanan yang ada di dalamnya.
  • Hindari untuk membuka tutup/cap tangki dan saluran pembuangan olinya ketika masih panas.
  • Setelah penggantian oli, penggantian elemen saringan, pembersihan dan lain-lain,lakukan bleeding udara jika diperlukan.
  • Untuk semua tempat pengisian oli yang menggunakan saringan kawat, hindari membuka saringan pada saat melakukan pengisian oli,
  • Pelumas/oli tidak boleh lebih atau kurang dari standar yang ditentukan. Pada saat melakukan pengecekan level oli harus menunjukkan ukuran yang tepat.
  • Ketika melakukan greasing, semua grease yang lama harus keluar dan terganti oleh grease yang baru, kemudian bersihkanlah grease yang keluar dari bagian yang digreasing.
  • Ketika melakukan penggantian oli, lakukanlah pemeriksaan oli bekas, filter, dan magnetik plug dari serbuk/geram.
  • Ketika membuka bagian-bagian yang memakai o-ring, bersihkan dudukannya, dan ganti o-ring dengan yang baru.

      Adapun hal-hal dibawah ini adalah peringatan secara umum untuk keselamatan dalam pelaksanaan perawatan.

  • Pergunakanlah helm, safety shoes, sarung tangan. Gunakan kacamata apabila diperlukan.
  • Apabila pekerjaan perawatan dilakukan oleh lebih dari satu orang, koordinirlah pekerjaan tersebut demi keselematan dan mencegah terjadinya miss komunikasi.
  • Cegahlah orang-orang yang tidak berkepentingan untuk mendekati unit yang sedang diinspeksi.
  • Gunakan selalu spare part yang direkomendasikan oleh factory.
  • Gunakan Oli, grease, coolant, yang direkomendasikan oleh factory.
  • Gunakan pelumas yang kondisinya bersih, baik pelumas, tempat maupun alat untuk proses pengisian.
  • Periksa atau ganti oli pada tempat yang tidak berdebu, untuk mencegah kontaminasi.

Sebelum melakukan proses maintenance perhatikan hal-hal berikut:

  • Parkir unit di tempat yang rata dan keras, kemudian aktifkan parking brake.
  • Jika pekerjaan dilakukan di ruang tertutup, perhatikanlah ventilasi udara.
  • Cuci unit terlebih dahulu, terutama yang harus lebih diperhatikan adalah pada tempat-tempat pengisian dan drain oli.

Bath Up Curve (Kurva Bak Mandi)

 

Bath Up Curve

 

      Selama periode indreyen, perlu perhatian lebih khusus. Agar pada periode B dapat diperpanjang, perawatan pada periode B perlu diperhatikan agar kenaikan biaya periode C menjadi rendah. Secara keseluruhan apa yang dilakukan pada periodik service dapat dilihat pada buku OMM (Operation & Maintenance Manual).

Sumber : PM Scania Training Handbook

Klik disini untuk melanjutkan »»

Thursday, February 19, 2009

Maintenance Alat Berat ( Bagian 1 )

. Thursday, February 19, 2009
0 comments

1. Fundamental Preventive Maintenance.


     Tahukah anda, apa penyebab utama dari cepatnya kerusakan suatu alat, khususnya alat-alat besar saat ini? Berapa kali anda mendengar, ”Besok kita greasing”, atau ” Besok saja kita tambah oli / ganti oli”.Hari esok tiba, pekerjaan pun sudah menunggu, sehingga tidak ada waktu untuk greasing ( memberi gemuk ).Kebiasaan yang buruk demikian akan berakibat mempercepat kerusakan ( breakdown ) atau biaya operasi menjadi tinggi. Upaya kita dalam mencegah hal-hal yang tidak diinginkan tersebut adalah dengan mengusahakan Preventive Maintenance, dimana kebiasaan tersebut merupakan tindakan yang baik untuk menjaga agar performance unit yang kita miliki menjadi lebih baik.

 

     Dengan memahami fundamental preventive maintenance yang baik, anda dapat melakukan perawatan dengan benar dan efisien. Kemudian anda pasti akan puas mendapatkan sesuatu yang lebih dari alat-alat yang anda kelola.Dengan melaksanakan preventive maintenance yang baik, akan didapatkan tiga keuntungan sebagai berikut:
A. Mengurangi kerusakan.
B. Biaya operasi menjadi lebih hemat.
C. Keamanan alat-alat terjamin dengan baik.

 

A. Mengurangi Kerusakan.
Jika kerja suatu alat lebih berat, preventive maintenance-nya pun perlu ditingkatkan.

 

B. Hemat Biaya Operasi.
     Sedikit rupiah untuk untuk membiayai preventive maintenance berarti membayar sejumlah besar kesempatan. Sebagai contoh melakukan ”Tune-Up” ( penyetelan ) suatu engine sangat memungkinkan menghemat 15% konsumsi bahan bakar dan menaikkan power lebih dari 10% dari sebelumnya.

C. Keamanan Alat Terjamin untuk Dioperasikan.
     Jika unjuk kerja suatu mesin kurang baik, anda akan cenderung menambah waktu operasi karena kemampuan alat yang berkurang. Anda akan cenderung untuk terus bekerja atau tidak rela membuang-buang waktu hanya untuk mengejar target produksi, sehingga perlakuan anda terhadap alat menjadi tidak terkontrol. Jagalah alat anda seaman mungkin, pasti akan menghasilkan kondisi yang sempurna.

 

# Filosopi Maintenance
     Secara umum, perawatan dapat didefinisikan sebagai usaha tindakan–tindakan reparasi yang dilakukan untuk menjaga agar kondisi dan performance dari sebuah mesin selalu seperti kondisi dan performance dari mesin tersebut waktu masih baru, tetapi dengan biaya perawatan yang serendah–rendahnya. Untuk menjaga agar kondisi dan performance dari mesin tidak menurun adalah usaha–usaha teknis, sedang menekan biaya perewatan sampai serendah mungkin menyangkut soal–soal management. Sebagai alat, alat–alat besar harus diperlakukaln sebagai layaknya sebuah alat produksi, yaitu agar selalu ada dalam kondisi yang prima dan dapat bekerja secara terus menerus dengan down time yang seminimum mungkin. Hal–hal tersebut dapat dicapai dengan perawatan atau pemeliharaan yang baik. Perawatan yang dinilai baik adalah perawatan yang menghasilkan down time yang seminimum mungkin tetapi tentu saja dengan biaya perawatan yang serendah mungkin.Berikut ini dapat dilihat beberapa kasus yang menjadi penyebab terjadinya kerusakan.

 

Penyebab kerusakan alat

 

     Kerusakan akibat kesalahan / kelainan maintenance menduduki porsi tertinggi yaitu :
41%: Kelainan dalam Periodic Maintenance.
31%: Kelainan daam Daily Inspection.
Dengan demikian kesalahan dalam maintenance memiliki porsi 72 %.

 

# Definisi Maintenance
     Dengan demikian perawatan / maintenance dapat diartikan secara definitive adalah:
Suatu kegiatan service untuk mecegah timbulnya keausan tidak normal ( kerusakaan ) sehingga umur alat dapat mencapai atau sesuai umur yang direkomendasikan oleh pabrik.Kegiatan service meliputi pekerjaan berupa :
a. Pengontrolan
b. Penggantian
c. Penyetelan
d. Perbaikan
e. Pengetesan
     Kesemuanya itu merupakan aktivitas secara total. Masih banyak mekanik yang beranggapan bahwa maintenance / perawatan adalah pekerjaan ringan seperti, ganti oli, ganti filter, membersihkan filter udara, mengganti air pendingin dan beberapa pekerjaan rutin sehari – hari. Kadang - kadang seperti overhaul, machine inspection, tidak dianggap sebagai aktivitas maintenance. Dengan demikian, mainetanance diadakan bertujuan untuk :
1. Agar suatu alat selalu dalam keadaan siaga siap pakai ( High availability = berdaya
guna physic yang tinggi ).
2. Agar suatu alat selalu dengan kemampuan prima, berdaya guna mekanis yang paling
baik ( Best Performance ).
3. Agar biaya perbaikan alat menjadi lebih hemat ( Reduce repair cost )
Agar tujuan tersebut tercapai maka maintenance perlu diorganisir sedemikian rupa.Berikut adalah managemen organisasi yang dilakukan :


MAINTENANCE CHART

Maintenance diagram

 

Sumber : PM Scania Training Handbook

Klik disini untuk melanjutkan »»

Wednesday, February 18, 2009

Lubricant ( Pelumas )

. Wednesday, February 18, 2009
2 comments

 

Terdapat dua jenis lubricant yang biasa digunakan pada pemakaian sehari–hari yaitu Solid Lubricant dan Liquid Lubricant. Oli merupakan jenis liquid lubricant sedangkan grease merupakan salah satu bentuk solid lubricant.


A. Fungsi Pelumas (lubricant)

• Membentuk lapisan film
a. Mencegah kontak langsung antara dua bagian komponen yang saling bergesekan
b. mengurangi gesekan sehingga akan mengurangi keausan


• Sebagai media pendingin
Menyerap panas dari komponen yang dilalui oleh oli, kemudian melepaskan panas tersebut di tangki.

• Sebagai penyekat
Mencegah kebocoran, misalnya melapisi (mengisi) clearance antara piston, ring piston dan liner.

• Sebagai pembersih
Membersihkan dengan cara membawa kotoran dari komponen yang dilalui oli tersebut, kemudia dibawa ke tangki dan diendapkan serta di saring oleh oil filter.

• Sebagai anti karat
Dengan cara melindungi komponen agar tidak kontak langsung langsung dengan udara (oksigen), sehingga akan mencegah terjadinya oksidasi yang menyebabkan karat.

• Sebagai media pemindah tenaga
Dengan cara mengubah energi hidrolis menjadi energi mekanis (silinder), atau mengubah energi hidrolis ke kinetis kemudian energi mekanis(torque converter).

B. Bentuk Pelumas

Telah diuraikan diawal, bahwasannya bentuk pelumas ada dua macam yaitu solid Lubricant (grase) dan Liquid Lubricant (oli).Berikut schematic bahan yang digunakan pada pembuatan grease.

 

grease dan oil

 

1. Liquid Lubricant (Oil)

A. Base Oil
Oli (Oil) dibuat dari “ base oil “ dan “ aditive “ (bahan tambahan). Terdapat tiga jenis base oil yang digunakan :
- Crude oil ( minyak bumi ) : Parrafinis base oil,Naptanic base oil dan Aromatic base oil

- Natural oil ( Minyak nabati ) : Minyak ini dikenal sebagai white oil yang sering digunakan untuk keperluan industri makanan dan kosmetik.

- Syntetic oil ( Bahan Kimia )

Base oil ini didapatkan dari unsur-unsur kimia yang direaksikan satu sama lain sehingga
menghasilkan unsur lain berupa bahan yang digunakan untuk bahan dasar oli (base oil). Komposisi antara base oil dan additive adalah sebagai berikut: Base oil 80 – 85 % , Additive 15 – 20 %

B. Additive
Additive adalah bahan tambahan yang berfungsi untuk memperbaiki sifat–sifat mutu oil
seperti :
- Extreme pressure – memperbaiki ketahanan oil terhadap tekanan.
- Viskositas Index ( VI ) improves memperbaiki nilai viskositas oli.
- Anti wear memperbaiki sifat oli untuk mencegah terjadinya keausan.
- Anti Rust / corrosion memperbaiki sifat oli memisahkan debu dan mencegah korosin.
- Oxidation inhibitor memperbaiki sifat oli terhadap peristiwa oksidasi
- Dispersant
- Anti foam memperbaiki sifat oli agar oli tidak mudah berbusa, dll.

Oli terbuat dari 80 – 85 % bases oil dan 15 – 20 % additive. Mutu oli tidak dapat diketahui hanya dengan melihat bentuk fisik maupun merasakannya dengan panca indra.

C. Klasifikasi Oli
Oli diklasifikasikan ke dalam 5 macam jenis oli :
- Engine oil.
- Hydraulic oil.
- Gear oil.
- Brake oil.
- Automatic Transmission Fluid ( ATF ).

D. Viscosity
Semua jenis oli tersebut memiliki sifat kekentalan, yang diukur berdasar atas angka kekentalan kinematisnya. Kekentalan kinematis pelumas diuji menggunakan beberapa metode uji. Salah satunya menggunakan metode uji dengan standard viskositas kinematis
yang dinyatakan dalam centi stoke ( cST ).

 

Berdasarkan pada nilai viskositas kinematis tersebut oli dikelompokkan pada grade–grade tertentu dalam viskositas grade. Viskositas grade adalah angka yang menunjukkan tingkat kekentalan pelumas. Terhadap beberapa standard kekentalan oil yang dikeluarkan beberapa badan sebagai pedoman standard kekentalan pelumas.
• SAE ( Society Of Automatic Engineers ) dengan skala SAE10, SAE20, SAE30,SAE40, SAE20W-50, SAE90 dst,


• AGMA ( American Gear Manufaturer Association ) dengan skala AGMA1, AGMA2, AGMA3, AGMA4,5,6,7,8,8A.


• ISO ( International Standardization Organization ) dengan skala 32 – 1500.


• API ( American Petroleum Institute )
  o Oli untuk Gasoline Engine : SA, SB, SC, SD, and SESF
  o Oli untuk Diesel Engine : CA, CB, CC, CD, and CF.

E. Viskositas Index.
Viskositas Index adalah bilangan atau angka yang menunjukkan kestabilan kekentalan oil terhadap perubahan temperatur. Oli berubah kekentalannya akibat pengaruh panas atau temperatur oli akan menjadi encer akibat panas. Oli berdasar viskositas indexnya dikelompokkan menjadi empat golongan :
- Rendah bila nilai viskositas indexnya 1 – 29.
- Sedang bila nilai viskositas indexnya 30 – 79.
- Tinggi bila nilai viskositas indexnya 80 – 100.
Contoh berikut menunjukkan oli dengan viskositas grade yang sama tetapi viskositas indexnya berbeda. Perbedaannya ada dibawah tabel ini :

 

Contoh tabel

 

Mesran 30 memiliki viskositas index yang lebih tinggi dibanding mesran B-30 karena memiliki ketahanan temperatur yang lebih baik. Pelumas yang digunakan pada mesin harus sesuai dengan spesifikasi yang direkomendasikan oleh pembuat mesin. Contoh berikut menjelaskan jenis produk dan spesifikasi pemakaian yang berbeda.Jenis Produk Pelumas Spesifikasi pemakaian :
1. Mesran. Dianjurkan untuk melumasi kendaraan dengan bahan bakar bensin dengan menghendaki pelumasan yang sempurna.
2. Mesran B Dianjurkan untuk melumasi mesin diesel putaran tinggi beban ringan dengan turbocharge dan mesin bensin yang memerlukan pelumas jenis ini.
3. Meditran Dianjurkan untuk pelumas mesin diesel non turbocharge yang memakai bahan bakar solar dan mesin bensin yang memerlukan pelumas jenis ini.
4. Meditran S D Dianjurkan untuk pelumas mesin diesel yang dilengkapi dengan supercharge dan menggunakan bahan bakar solar.

 

F. Pour Point
Pour point menunjukkan temperatur terendah oli dapat mengalir, pour point tinggi mengakibatkan oli susah mengalir sehingga mengakibatkan kemampuan masuk kedalam
celah-celah yang kecil ketika cuaca dingin menjadi buruk.

G. Flash Point
Oli dengan flash point rendah lebih mudah terbakar, flash point merupakan nilai yang lebih menunjukkan temperatur penyalaan oli.

H. Demulsibility
Kemampuan oli untuk memisahkan diri dari air.


I. Foor Ball Test
Suatu pengetesan yang dilakukan untuk menentukan kemampuan lapisan pelumas untuk menahan beban gesekan dan keausan metal.

J. Kerusakan Oli Pelumas
Kerusakan oli pelumas dapat terjadi karena dua hal sebagai berikut :
• Kontaminasi
Adalah kerusakan oli yang disebabkan oleh pengaruh dari luar sistem, misalnya: panas matahari, debu, kondensasi, bahan-bahan kimia.
• Deteriorasi
Adalah kerusakan oli yang disebabkan oleh pengaruh dari dalam system itu sendiri,misalnya: suhu kerja, tekanan, reaksi kimia.

 

Sumber Kontaminasi

Klik disini untuk melanjutkan »»

Diesel Fuel

.
1 comments

 

     Diesel fuel merupakan hasil proses distilasi terhadap crude oil, dengan cara memanaskan crude oil. Gambar berikut menunjukkan proses distilasi sehingga diperoleh diesel fuel. Crude oil dituangkan dari bagian atas tower pemisah dan dipanaskan pada bagian bawah. Akibat proses pemanasan tersebut diperoleh-lah berbagai tingkatan hasil distilasi berdasar boiling point yang berbeda.

 

Diesel Fuel

 

     Fuel yang digunakan pada diesel adalah light diesel Oil yang memiliki boiling point 240º C – 350º C dan dihasilkan dari proses distilasi setelah korosene. Fuel dari jenis light diesel oil ini sesuai dipergunakan untuk diesel engine kecil maupun besar kecepatan tinggi.


Hal – hal penting yang perlu diperhatikan pada spesifikasi fuel adalah :

1. Specific Gravity.
    Fuel dengan viskositas dan boiling point tinggi memiliki specific gravity yang lebih tinggi dari pada fuel dengan viskositas dan boiling point rendah. Pada temperatur konstan dan panjang langkah injeksi yang sama diperoleh jumlah bahan yang diijinkan lebih banyak dibanding dengan specific yang tinggi.

2. Flash Point.
Fuel dengan flash point rendah lebih mudah penyalaannya ( ignition ), perlu penanganan yang hati – hati terhadap fuel dengan point rendah. Flash point merupakan nilai yang lebih menunjukkan temperatur penyalaan bahan bakar.


3. Kandungan sulfur.
Kandungan sulfur pada fuel akan bereaksi dengan oksigen pada saat pembakaran sehingga menghasilkan Asam Sulfat ( Sulfuric Acid ).Asam sulfat ini akan bersifat korosif terhadap engine. Maksimum kandungan sulfur pada fuel 0.5 % dengan jadwal penggantian oli setiap 250 Hm. Bila kandungan sulfur pada fuel lebih tinggi dari 0.5 % maka jadwal penggantian oli harus dipercepat.

 

4. Pour Point.
Pour point menunjukkan temperatur terendah dimana fuel dapat mengalir ,bila pour point fuel  tinggi maka akan mengakibatkan fuel sulit mengalir sehingga mengakibatkan kemampuan starting pada daerah dingin menjadi buruk .


5. Cetane Number.
Cetane number merupakan nilai yang menunjukkkan kemudahan pembakaran fuel.Cetane number sangat menentukan kemudahan start dan pembakaran. Cetane number rendah mengakibatkan pembakaran didalam mesin buruk karena bisa menimbulkan terjadinya pembakaran tunda / delay periode ( detonasi ), sulit start, pada temperatur rendah tercampurnya oli oleh fuel yang tidak terbakar sedangkan bila angka Cetane number tinggi bisa mengakibatkan pembakaran mudah terjadi sehingga bisa menyebabkan terjadi knocking pada ruang bakar.


6. Ash Content.
Ash pada fuel sebenarnya terdiri dari tiga tipe yaitu particle padat (solid particle),campuran garam inorganic (in organic salt solution) dan oli soluble organic. Rata–rata kandungan ash (ash content) pada fuel yang digunakan pada Diesel oil adalah 0.02–0.03 %.Kenaikan kandungan ash disebabkan oleh debu dan kotoran dari luar.

 

     Masing–masing produk engine memiliki spesifikasi fuel yang dipersyaratkan dalam penggunaan. Gunakan spesifikasi fuel sesuai rekomendasi dalam mengoperasikan engine.


Cara Penanganan Fuel
     Fuel harus ditangani secara hati – hati agar tidak terjadi kontaminasi terhadap air,debu, kotoran atau minyak tanah.Selain itu :
- Jangan menggunakan pompa dan hose bergantian untuk diesel fuel kerosene dan oli.
- Bila fuel disimpan dalam drum maka :
  o Tempatkan drum terlindung dari sinar matahari atau panas langsung.
  o Tumpuk drum pada posisi mendatar dan posisikan tutup drum tertutup oleh fuel   (tutup

     fuel pada posisi jam 3 atau jam 9).
- Gunakan fuel tank untuk penyimpanan fuel dalam skala  besar dan pastikan  adanya drain valve ( kran pembuangan ) untuk membuang endapan kototran atau air.

Klik disini untuk melanjutkan »»
 

Alexa Page Rank

Site Meter

Info Komputer Pengunjung

IP
Namablogkamu is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com | Distributed by Blogger Templates