Thursday, February 19, 2009

Pemilihan Alat Berat Dan Aplikasinya

. Thursday, February 19, 2009

PEMILIHAN ALAT

  1. Karakterisitik material (sifat fisik, kekerasan, abrasive, Liat dll.)
  2. Bentuk endapan commodity/bijih
  3. Struktur batuan
  4. Tingkat produksi yang diharapkan
  5. Ukuran produk
  6. Metoda/Cara penambangan dll.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKTIVITAS ALAT

 

A. Tahanan Gali (Digging Resistance)

Adalah tahanan yang dialami oleh alat-alat pada waktu melakukan penggalian meliputi :

--> Gesekan antara alat gali dan Tanah

--> Kekerasan tanah/batuan

 

B. Tahanan Gulir (Rolling Resistance)

Adalah jumlah segala gaya-gaya luar yang berlawanan dengan arah gerak kendaraan yang berjalan diatas permukaan jalan.

 

C. Tahanan Kemiringan (Grade Resistance)

Besarnya gaya berat yang melawan atau yang membantu gerak kendaraan karena kemiringan jalur jalan yang dilewati

 

D. Koefisien Traksi (Traction Coefisien)

Suatu faktor yang menunjukan besarnya traksi antara permukaan ban atau track dengan jalan yang dapat digunakan untuk menarik/ mendorong.

 

E. Rimpull

Adalah besarnya kekuatan tarik (pulling force) yang dapat diberikan oleh mesin kepada permukaan roda atau ban penggeraknya yang menyentuh permukaan jalur jalan.

 

F. Percepatan (Acceleration)

Adalah waktu yang diperlukan untuk mempercepat kendaraan dengan memakai kelebihan Rimpul yang tidak dipergunakan :

--> Kendaraan semakin berat semakin lama waktu yg dibutuhkan

--> Semakin besar rimpul semakin cepat kendaraan

 

G. Efisiensi Operator

Merupakan faktor manusia yang menggerakan alat-alat berat, sangat bervariasi untuk tiap operator tergantung dari, skill, umur, pengalaman dsb

 

H. Swell Factor atau Faktor Pengembangan

Apabila material digali dari tempat aslinya akan terjadi pengembangan akibat terjadinya proses dari tidak terkonsolidasi material.

 

ALAT PEMBERAIAN BATUAN

Metoda yang umum digunakan untuk pemberaian material overburden,bijih (ore) dan batubara adalah ripping dan drilling – blasting

 

A. RIPPING

Ripping digunakan untuk pemberaian material sebelum dimuat oleh Shovel/Back Hoe/Loader/Dragline ke dalam Truck atau ke tempat lain.Faktor yang paling berpengaruh dalam produksi Ripping adalah :

--> Dozer Power and Weight

--> Type batuan (karakteristik batuan)

--> Jumlah Ripper

--> Panjang Ripping

--> Kedalaman Penetrasi

--> Struktur geologi (Spasi joint, sesar dan orientasinya)

 

B. PEMBORAN Produksi & Peledakan

Prinsip dari Metoda Pemboran adalah : “ROTARY-PERCUSSION and ROTARY”

 

1. ROTARY PERCUSSION DRILLING

--> Top Hammer Drilling

Hammer Piston yang ditempatkan di posisi paling atas (Top) diteruskan ke Drill Bit melalui batang Bor è jenis ini digunakan untuk lubang diameter kecil dan dangkal

 

--> Down The Hole Drilling

Piston diposisikan di bawah batang bor dan langsung memukul Bit è digunakan untuk diameter lubang sekitar 85 s/d 200 mm dan kedalaman sampai dengan 20 meter.

 

2. ROTARY DRILLING

Umumnya digunakan untuk lubang yang lebih besar sampai dengan 400 mm, dan kemampuan penetrasi maximum sampai dengan 100 meter

 

PEMILIHAN MESIN BOR

  1. Ukuran material (fragmentasi) yang diharapkan dan dapat ditangani oleh alat Loading , Hauling & Crushing
  2. Tingkat Produksi
  3. Kondisi/Lingkungan kerja
  4. Kedalaman lubang
  5. Kekerasan Batuan

ALAT-ALAT MUAT (LOADING UNITS)

1.Hydraulic/Loading Shovel

Kelebihan :

--> Dapat memberikan produksi lebih tinggi dibandingkan dengan Back Hoe biasanya “bucket” nya lebih besar dibandingkan dengan back Hoe

--> Dapat menangani material sampai dengan ukuran bolder besar

--> Shovel mempunyai kapasitas lebih besar 10% - 20% daripada Backhoe

Kekurangan :

--> Kondisi operasinya Terbatas (Kurang Flexible)

--> Memerlukan alat tambahan, misalnya : Bulldozer

 

pc3000 resize

 2. Back Hoe

Kelebihan :

--> Mampu menggali material pada berbagai kondisi (Loading di floor, Channel, dan Roof)

--> Manuver lebih baik

--> Dapat beroperasi dengan areal kerja lebih sempit

--> Pada Kelas yang sama, Backhoe mempunyai ketinggian gali ke atas dan ke bawah lebih besar dari pada Shovel.

Kekurangan :

--> Ukuran Bucket lebih kecil dibanding Shovel untuk ukuran mesin yang sekelas

 

Hitachi Big 

3. Dragline

4100xpb-2

 

4. Wheel Loader

Kelebihan :

--> Mobilitas dan manuver-nya sangat tinggi

--> Cocok untuk loading di stock pile

Kekurangan :

--> Memerlukan Dozer untuk menumpuk material O/B

--> Memerlukan kondisi lantai kerja yang baik

 

994F 

5. Track Loader/Shovel Loader

973C Resize

--> Tidak ekonomis pada produksi tinggi karena lebih banyak digunakan untuk pekerjaan konstruksi

--> Cocok untuk permukaan yg licin / tidak slip

6. Bucket Wheel Excavator

BWE

8. Clamshell/Grab Bucket

 

dredge_clamshell

8. Continuous Loader

continuous-rotation-backhoe-loader-resize

 

METODA PENGGALIAN

 

BACK HOE :

--> Mesin diposisikan pada atas material galian

--> Truck diposisikan pada lantai material galian

 

SHOVEL :

--> Alat dan Truck diposisikan pada muka kerja (lantai material galian) yang sejajar/ sama

 

 

YANG PERLU DIPERHATIKAN PADA SHOVEL & BACKHOE

--> Ukuran Bucket (m3)

--> Digging Reach (m)

--> Digging Depth (m)

--> Digging Force (Kg/Newton)

--> Kecepatan Swing (Rpm)

 

image

 

image

 

ALAT-ALAT ANGKUT (TRANSPORT)

1.Dump Truck (Truk Jungkit)

--> Mampu beroperasi pada ukuran Fragment yang besar

--> Memerlukan kondisi jalan yang baik untk meningkatkan productivitas dan menurunkan Cost of Tyre

--> Dapat mendumping di hopper atau di dumping pad

--> Terbatas dalam operasi ekonomisnya ± 4 km

--> Mobilitasnya tinggi

 

960E

 

2. Bulldozer

--> Ekonomis untuk Radius di bawah 100 meter

 

d575_18

 

3. Trailer Truck

--> Digunakan hanya untuk material lebih ringan misalnya Batu Bara

--> Tepat untuk jalan datar dengan kecepatan tinggi

--> Sesuai untuk Dumping langsung di Hopper

 

Trailer

4. Conveyor

--> Volume tinggi, jarak jauh, unit cost rendah

--> Sulit untuk dipindah-pindahkan

--> Memerlukan ongkos investasi yang tinggi

--> Dapat menghandle material dengan grade sampai dengan 40%

--> Lebih aman dibanding dengan Truck

--> Dampak Polusi Lingkungan lebih rendah

5. Cable Way Transportation

6. Lokomotif (Lori)

7. Pompa atau Pipa

8. Tongkang

9. Power Scraper , dll

 

HAUL ROAD MAINTENANCE

 

GRADER

1.Perbaikan jalan/meratakan jalan secara terus menerus untuk mengurangi Rolling Resistance.

2.Frekuensi perataan/grading tergantung pada standar konstruksi dan kepadatan lalu lintas serta beban kendaraan.

3.Frekuensi grader dapat terjadi 1 kali dalam se-jam atau 1 kali dalam 1 shift, rata-rata 1 kali dalam 2,5 jam.

 

HH-RP-1-Cat24M

COMPACTOR

Penimbunan jalan kadang diperlukan untuk menambah daya dukung tanah, bisa berupa tanah atau perkerasan.Material Timbunan ini harus dipadatkan agar daya dukung meningkat sesuai dengan desain. Tanpa pemadatan, usaha tsb akan sia-sia.

Tipe Compactor :

- Static

- Vibrator (Tenaga pemadatan lebih besar)

Tipe Drum Compactor :

- Smooth (tipe material : Granular atau Clay/silt)

- Padfoot/Sheepfoot (tipe material : Clay / Silt)

 

bruder-02433-caterpillar-asphalt-drum-compactor

 

WATER SPRAYING

Digunakan untuk menjaga permukaan jalan tetap lembab (tidak basah), sehingga mengurangi adanya debu, mengurangi gangguan jarak pandang dan memelihara permukaan jalan agar tetap padat.

Jumlah keperluan air tergantung pada :

--> Type material permukaan jalan

--> Kelembaban alami

--> Curah Hujan

--> Penguapan

--> Kepadatan lalu lintas

Jumlah Water Sprayer Truck dihitung berdasarkan cycle time truck, pengisian tank dan pompa penyemprotan.

 

waterwagon resize

 

PRODUKTIVITAS & FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH ALAT MUAT

 

Faktor yang berpengaruh terhadap produktivitas alat muat :

--> Ukuran Bucket / kapasitas Bucket

--> Swell Factor

Sifat fisik material yang diukur dari perubahan volume padat / bank (Bcm) menjadi Loose (Lcm)

--> Fill Factor Bucket

Persentasi / porsi bucket yang terisi terhadap total Kapasitas Bucket

--> Cycle Time ;

Digging

Swing Isi

Dumping

Swing Kosong

 

Faktor yang mempengaruhi Cycle Time Loader

--> Ukuran Mesin (makin kecil, makin cepat)

--> Kemudahan Penggalian

--> Posisi Truck (Single Side / Double Side Loading)

--> Kondisi Lantai kerja

--> Keterbatasan manuver

--> Ketrampilan Operator

 

RUMUS-RUMUS PRODUKTIVITAS

 

ALAT MUAT

Q = q x k x 60/cm x E

 

Q = Produktivitas per jam

q = Kapasitas bucket

k = faktor pengisian

cm = cycle time bucket

E = efisiensi kerja

 

ALAT ANGKUT

Q = C x 60/cm x E

 

C = n x q x k

Q = Produktivitas per jam

n = Rate capacity of truck/(q x k x loose density)

cm = load time + Travel T + Spot Time

q = Kapasitas bucket

k = faktor pengisian

cm = cycle time bucket

E = efisiensi kerja

 

Sumber : APAAB Training Handbook.

10 comments:

Anonymous said...

Informasi yang sangat baik sekali saya sangat senang karena banyak masukan trima kasih broer :D

Anonymous said...

assalamu'alaikum

salam tambang....

mas ahmad, ini rahmat anak teknik pertambangan Unsri angkatan 2007,

begini mas saya mau nanya tentang bagaimana sistem kerja cable way transportation, begitu juga dengan gambar,disain,cara kerja keuntungan kelebihannya dan kekurangannya...
untuk jawabannya kirim aja mas ke e-mail rahmat_hidayat_miner@yahoo.co.id atau hakim.mlukman@yahoo.co.id

terima kasih sebelum dan sesudahnya

wassalam.....

Anonymous said...

Thanks mas infonya..

sip bgt artikelnya

A J I said...

Sama-sama mas...terima kasih dah main ke blog saya...Salam , AJI

Anonymous said...

selamat siang mas. artikelnya bgs bgt...
mau tny nih mas, tlg dibantu.
utk unit PC 400 sampai PC 1250,
hitungan kasarnya jika breakdown unit, kerugiannya berapa/jam? (misalnya pada saat penggantian tooth bucket atau adapternya)
hitungan kerugiannya berdasarkan apa?
tlg dijelasin ya mas..
thx bgt,
alfery, BPN

Anonymous said...

Ass..
Mas, kenalin... saya Farida anak tambang UNLAM Kalsel angkatan 2006..
blog-nya nge-bantu bgt lho mas bwt tugas saya...
tp sayangnya, tugasnya uda lewat, aku baru nemu blok ini...http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/20.gif

Laen kali kalo aku perlu bantuan, ditolongin ya mas....
hehehehe...http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/5.gif

makasih...http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/1.gif

Wass..

Anonymous said...

Salam kenal mas....D begini mas, saya mau tanya. Ini saya ada kasus coal mining project, dimana untuk pekerjaan itu, si kontraktor menggunakan excavator Kobelco SK 480. Untuk pekerjaan overburden, kira kira dumptruck yang suitable dengan Kobelco dengan kelas SK 480 kira kira dumptruck jenis apa ya Mas? apakah HIno FM 260 JD bisa dipasangkan dengan SK 480? Berapa unit kira kira DT yang dibutuhkan agar kinerja dari pasangan unit unit tersebut efektif?Dan berapa maximum total cost dari pengunaan per unit SK Kobelco 480 berikut pasangannya, apabila perkerjaan yang di kerjakan adalah overburden? dan berapa pula total max cost untuk penggunaa unit yang sama pada pekerjaan coal hauling? Mas, maaf kalo agak ribet pertanyaannya, terima kasih banyak sebelumnya ya Mas Aji :)

aji said...

To : SK480 Kobelco dan Hino FM JD260

Memang ribet pertanyaannya mas..he..he..he..Jika kita mengacu pada spec Kobelco SK480 yg saya punya ( brosur SK480LC Mark VI Dynamic Acera ), saya lihat operating weight unit tersebut mencapai 48ton, artinya unit ini sudah diatas PC400LC-7 Komatsu ( Operating Weight-nya 40ton ), padahal bucket capacity SK480 tsb cuma 2,3m3 ( data dari brosur unit diatas ), sementara PC400LC-7 komatsu bucket capacity-nya sudah 3,2m3.Sedangkan Hino FM JD260 sendiri Gross Vehicle Weight-nya ( GVW ) hanya 26 Ton, artinya vessel capacity-nya bisa saja antara 18-20 ton.Nah dengan mengacu pada data diatas, sebenarnya jika saya lihat kedua unit tersebut cocok saja ( ini mengacu pada bucket dan vessel capacity kedua unit tersebut lho ya), namun jika mengacu pada operating weight excavator yang digunakan harusnya truck yang digunakan sudah kelas 25-27 ton, seperti yang kami gunakan di site : PC400LC-7 ( 3,2m3 ) dipasangkan dengan Scania P124C 360 ( 27 Ton ). Sedangkan berapa jumlah truck yang harus digunakan jika kedua unit diatas dipasangkan hal ini tergantung dari jarak antara front loading area dengan disposal di tempat anda bekerja, idealnya jika jarak buangnya hanya berkisar antara 1 - 1,5 km, 4 atau 5 truck harusnya sudah cukup...kemudian mengenai cost yang dikeluarkan sepertinya harus mengacu pada banyak hal mas...kita mesti tahu harga rental kedua alat tersebut juga mengacu pada operating dan owning cost kedua jenis unit tersebut, maaf sebelumnya jika jawabannya masih kurang memuaskan...Terima kasih dah main ke blog saya, salam AJI

harnovi said...

Wa...... Ni informasi yang Q cari,. Terimakasih MAs..
Hidup Tambang..

ervian said...

mas saya seorang pekerja tmbgmw tnya ttg stndart parameter loading overburden PC 2000 komatsu agar produktivitasnya bisa tercapai...kalau ada, tlg kirim ke ervianrusdhiarso@yahoo.com.terima kasih.

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( =))

Post a Comment

 

Alexa Page Rank

Site Meter

Info Komputer Pengunjung

IP
Namablogkamu is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com | Distributed by Blogger Templates