Tuesday, February 24, 2009

Monitor Panel PC200-7

. Tuesday, February 24, 2009
27 comments


Untuk pengguna Excavator Komatsu PC200-7,tentu sudah tidak asing lagi dengan error code yang sering muncul di monitor panel unit tersebut,terutama jika pada bagian electrical system-nya mengalami masalah.Awalnya di monitor panel hanya muncul " User Code " saja ( misal E02 atau E03 ),namun dari user code inilah mekanik bisa menelusuri kerusakan yang sebenarnya sedang terjadi pada unit tersebut.


Namun kendala yang sering terjadi dilapangan adalah,tidak semua mekanik yang menangani unit tersebut bisa dan mengerti bagaimana cara memunculkan petunjuk selanjutnya ( dalam hal ini adalah cara memunculkan " Service Code " ).Walaupun kadang si mekanik sudah dilengkapi dengan Shop Manual,namun karena ada kendala dengan Bahasa ( umumnya Shop Manual masih dalam bahasa Inggris ) kadang tetap saja tidak si mekanik tidak bisa memunculkan service code-nya.Akhirnya saat melakukan troubleshooting dilapangan,lebih banyak dengan cara menebak-nebak atau main tembak langsung saja.Padahal jika si Mekanik tahu cara memunculkan Service Code tersebut,maka mekanik akan lebih mudah melakukan perbaikan,karena dengan service code yang muncul tadi,si mekanik sudah diberikan guidance oleh factory mengenai cara penanganan problem yang sedang terjadi.


Berikut ini sedikit saya jelaskan mengenai cara menggunakan Special Function di Monitor Panel PC200-7 ataupun PC400LC-7 ,terutama yang menggunakan monitor panel tipe 7 Segment,yaitu :

Cara Menampilkan Kode Special Function :
  1. Tekan buzzer cancel switch yang ada disamping kanan operator + auto decell switch syang ada di monitor panel secara bersamaan selama 2,5 detik,maka monitor panel akan langsung menampilkan special function code 01.
  2. Tekan buzzer cancel switch + working mode selector ( UP ) switch / ( DOWN ) switch secara bersamaan untuk memeilih special function code yang diinginkan ( dari code 01-07 , 15-16 ).
  3. Setelah special function yang diinginkan sudah dipilih,kemudian tekan setting switch.
Dibawah ini adalah kode-kode special function :

01 = Service Mode

02 = Monitoring Mode

03 = Governor Motor Adjustment Mode ( G SET )

04 = Oil Maintenance Setting Mode

05 = Working Mode Default Setting Mode ( d SET )

06 = Attachment Setting Mode ( 1 SET )

07 = ( 2 SET )

15 = ( 15 SET )

16 = ( 16 SET )

Cara menampilkan special function code 01 ( Service Code Display ) :
  1. Tekan buzzer cancel switch+auto decel switch secara bersamaan selama 2,5 detik,maka monitor panel akan langsung menampilkan special function code 01.
  2. Setelah special function code 01 terpilih,kemudian tekan setting switch,maka monitor panel akan langsung menampilkan error code ( service code ) berikut dengan jam terjadinya error tersebut.Contoh E213 , 4h ( service code 213 muncul 4 jam yang lalu ).
  3. Untuk menampilkan error code yang lain, tekan buzzer cancel switch + working mode selector (UP) switch atau (DOWN) switch.
  4. Untuk menghapus error code dari memory,tekan buzzer cancel switch dan tahan,kemudian putar starting key ke posisi OFF,kemudian putar lagi starting key ke posisi ON dengan tetap menekan buzzer cancel switch selama 5 detik.
  5. Untuk mengembalikan ke normal display,tekan buzzer cancel switch +auto decel switch selama 2,5 detik.
Catatan :
Jika jumlah error code yang tersimpan dalam memory lebih dari 20 error code ,maka error code yang paling lama tersimpan akan dihapus dan digantikan oleh error code yang baru.

Dibawah ini adalah beberapa user code yang ada di monitor panel PC200-7 ( dan PC400LC-7 ),biasanyacode dibawah ini akan muncul secara otomatis bila ada problem yang muncul pada sistem electrical di unit.

User Code :

E02 = PC-EPC System

E03 = Swing Holding Brake System

E05 = Governor Motor System

E06 = Boom Raise End Stroke Throttle EPC System

User code diatas akan tampil secara otomatis apabila terjadi problem pada setiap system diatas.

Sumber : Shop Manual PC200-7













Klik disini untuk melanjutkan »»

Monday, February 23, 2009

Safety

. Monday, February 23, 2009
0 comments

Sering kita mendengar atau membaca kata “ Safety “ ,apakah itu ditempat kerja ataupun di tempat lain, tapi apakah kita tahu arti yang sebenarnya dari kata tersebut?..jika sudah Alhamdulillah,namun jika belum mari kita belajar bersama…

Pengertian Umum

Dalam hubungannya dengan Keselamatan dan Kesehatan Kerja sebenarnya Safety adalah : “Suatu usaha untuk dapat melaksanakan pekerjaan tanpa kecelakaan, memberikan suasana kerja atau lingkungan yang aman, sehingga dapat dicapai hasil yang menguntungkan dan bebas dari segala macam bahaya”.

Prinsip Keselamatan Kerja

image

Hubungan Keselamatan Kerja Dengan Produksi

Keselamatan kerja adalah salah satu bagian dari pada produksi dan bagian-bagian produksi lainnya adalah jumlah (Kuantitas) dan mutu barang (Kualitas). Jadi :

Produksi = Kuantitas + Kualitas+ Keselamatan Kerja

“ KESELAMATAN ADALAH KUNCI PRODUKSI “

Manfaat Keselamatan Kerja

  • Mengecilkan ongkos pengeluaran perusahaan.
  • Menjamin suatu hasil yang baik.
  • Menjamin pekerjaan.
  • Menguntungkan masyarakat.

Tanggung Jawab

Keselamatan Kerja adalah mutlak menjadi tanggung jawab bersama antara : Pimpinan perusahaan , Pengawas lapangan dan Karyawan.

“ Jadi setiap orang bertanggung jawab terhadap Keselamatan Kerja “

Kecelakaan ( Accident )

Pengertian Kecelakaan : “ Suatu kejadian yang tidak direncanakan, tidak diduga, tidak diingini terjadi secara tiba-tiba dan bersifat merugikan manusia, alat-alat dan material “.

Sebab-Sebab Kecelakaan

Orang melakukan tindakan tidak aman atau kesalahan yang mengakibatkan kecelakaan disebabkan oleh :

--> Karena Tidak Tahu :

yang bersangkutan tidak mengetahui bagaimana menjalankan mesin dengan benar dan tidak tahu bahaya-bahaya sehingga terjadi kecelakaan.

--> Karena Tidak Mampu :

yang bersangkutan sebenarnya telah mengetahui cara yang aman akan tetapi karena belum atau kurang terampil, ia akhirnya melakukan kesalahan.

--> Karena Tidak Mau :

walaupun yang bersangkutan telah mengetahui dengan jelas cara kerja atau peraturan dan yang bersangkutan dapat melaksanakan, tetapi karena tidak punya kemauan akhirnya melakukan kesalahan yang mengakibatkan kecelakaan.

Secara garis besar Kecelakaan yang terjadi disebabkan :

  • 88 % Faktor Manusia : Tindakan tidak aman (unsafe action).
  • 10 % Faktor Peralatan : Kondisi tidak aman (unsafe condition).
  • 2 % Faktor Takdir : Diluar kemampuan manusia (God act).

Kerugian Akibat Kecelakaan ( Biaya Kecelakaan ) :

1.Biaya Langsung ( Direct Cost )

   - Gaji, upah dan kompensasi.

   - Biaya perawatan pengobatan.

   - Kerugian kerusakan alat/mesin, material dan perlengkapan lain.

2.Biaya Tak Langsung ( Indirect Cost )

   - Kehilangan waktu karena pekerjaan terhenti

   - Menolong karyawan yang mendapat kecelakaan

   - Mempersoalkan apa yang baru saja terjadi

image

Sumber : PM Scania Handbook

Klik disini untuk melanjutkan »»

Sunday, February 22, 2009

Trolley-Capable on 860E-1K Komatsu’s Mining Trucks

. Sunday, February 22, 2009
0 comments

 

Trolley-Capable 860E-1K Joins Komatsu’s Fleet of Mining Trucks

 

With a nominal payload of 280 tons (254 t) — and a factory installed trolley-capable option — Komatsu’s 860E-1K electric drive rigid frame dump truck will be the latest in a broad selection of fast and powerful mining trucks manufactured for distribution across the globe.

 

Powerfully Productive and Environmentally Sensible

The power plant in the 860E is the Komatsu SSDA16V160, a 2,700-hp (2,012 kW), sixteen-cylinder, two-stage turbocharged diesel. To address the ecological impact, Komatsu designed the 860E’s engine to be Tier II certified.

 

Komatsu’s trolley system can be utilized on either 1,600 or 1,800 volt lines, allowing the 860E to propel uphill faster while the engine RPM reduces, thereby saving fuel and extending the life of the engine compared to non-trolley. In both applications, the Komatsu-designed drive system produces a maximum speed of 40 mph (64.5 kmh) with a 35.52:1 final gear ratio powered by the latest Siemens control package. The unique, liquid-cooled IGBT AC-drive system from Siemens provides advanced features and a smooth application of torque and traction.

 

The 860E’s ultra-quiet dynamic retarding system, capable of 4,650 hp (3,466 kW) is assisted by 4-wheel wet-disc brakes. These braking elements, coupled with traction control technology, provide braking force even in difficult road conditions, according to the manufacturer.

 

Operator Comfort

The 860E is designed to offer improved access systems which lead to the truck’s spacious, isolation mounted, ROP/FOPS certified cab. The cab features a five position adjustable air ride seat as well as a full size heavy duty passenger seat. The integrated electronic dash display provides a standard suite of instrument gauges as well as payload data.

 

To further enhance productivity and comfort during long shifts, the 860E’s steering column tilts and telescopes to customize the operator’s driving position. Automatic speed control for uphill or downhill hauling makes it easier for the operator to maintain a desired speed.

Service and Support.As a key part of any complete service and support program for its mining trucks, Komatsu installs the vehicle health monitoring system (VHMS) on every truck as standard equipment to allow easy access to summary performance data. Using a satellite communications system and optional wireless download, the Komatsu VHMS allows technicians to use a simple internet interface to easily check the pressures and trends, summarize the previous day’s payload, and be quickly alerted of critical faults.

The 860E is designed and manufactured at Komatsu America Corp’s Peoria Manufacturing Operation in Peoria, Ill. The truck has been tested at the Komatsu Proving Grounds in Arizona, as well as in field tests. The 860E is slated for limited release in 2009 followed by full scale production in 2010.

 

For more information, visit www.komatsuamerica.com.

Klik disini untuk melanjutkan »»

Istilah – Istilah Tambang

.
9 comments

     Buat anda yang memang berkecimpung di dunia tambang tentu sudah tidak asing lagi dengan istilah-istilah seperti : Settling Pond , Bench , disposal , ROM , fleet dan lain sebagainya , terutama untuk para pengawas ( Group leader,foreman,supervisor ataupun superintendent ) yang memang langsung berhubungan dengan kegiatan penambangan di lapangan ( apakah itu tambang batubara , emas dan lain sebagainya ).

 

     Namun tidak semua orang yang bekerja di pertambangan mengerti tentang istilah-istilah seperti diatas..,misalnya : belum tentu seorang mekanik , driver atau checker dan lain sebagainya tahu apa artinya ROM ?..betul kadang dia sering mengerjakan unit yang sedang rusak di ROM,atau seorang driver sering dumping di ROM,tapi apakah dia tahu artinya ROM ?…jawabannya belum tentu…untuk itu mari kita lihat dan pelajari bersama beberapa istilah ( terminology ) yang sering digunakan di tambang…penasaran..?

Istilah – Istilah Tambang ( Mining Terminology )

1. Air-dried basis : disingkat ADB atau adb, berarti analisis contoh batubara dalam keadaan kadar kelembaban yang hampir sama dengan kelembaban udara sekitarnya.

2. AMD : Acid Mine Drainage, Pengaliran air asam tambang (Pengaturan aliran air).

3. Backfill : Tanah atau batuan yang dipakai untuk mengurangi (mengisi) bekas galian tambang batubara atau galian sipil lainnya. Kata ini juga dipakai sebagai kata kerja, yang berarti pekerjaan pengisian bekas penggalian. Dalam tambang batubara backfill lebih sering diartikan sebagai pekerjaan mengisi galian bekas endapan batubara beserta tanah penutupnya dengan tanah kupasan. Cara ini sangat dianjurkan dari segi teknis ekonomis teknik penambangan maupun dari segi dampak lingkungan, karena jarak pengangkutan kecil dan tanh buangan tidak memerlukan tambahan lahan disekitarnya. Backfill dapat juga berasal dari tambang dalam yang diangkut keluar hasil penggalian terowongan, jalan menuju kepermukaan kerja baru (pekerjaan persiapan).

4. Batter slope : Kemiringan individual slope (kemiringan antara crest dan toe dalam satu slope di daerah galian / timbunan) .

5. BCM : Bank Cubic Meter : volume insitu (di tempat).

6. Bench : teras penggalian atau jenjang pada tambang batubara terbuka atau tambang lainnya ataupun pada pekerjaan pemindahan tanah. Dapat pula berarti bagian-bagian lapisan batubara yang dipisahkan oleh lapisan pengotor, misalnya lapisan serpih atau bagia-bagian dari lapisan batubara yang sudah terkupas, terbagi-bagi karena proses penambahannya.

7. Berm : semacam tanggul atau dinding teras yang terbentuk secara alami. Lereng yang sengaja dibuat untuk penahan longsor pada tambang terbuka atau pada penggalian lainnya. Istilah berm sering pula disamakan dengan teras atau landaian yang dibuat untuk jalan angkut pada tambang terbuka. Berm dapat juga berarti lapisan tipis batubara yang ditinggalkan sementara untuk dipakai sebagai landasan kerja untuk pengupasan lapisan penutup disebelahnya.

8. Bund Wall : Tanggul Pengaman.

9. Coal Expose : Coal yang sudah terbuka / dibuang OB nya.

10. Coal Inventory : Coal yang ada / masih ada dalam tambang dan siap diangkut keluar tambang (ke ROM).

11. Contamination : Tercampurnya coal dengan material lain dari luar : OB, scorea, besi dll .

12. Contour : Garis menghubungkan titik-titik yang sama ketinggiannya.

13. Crest : Sisi atas / kepala slope.

14. Cross Fall : Bentuk normal kem

iringan jalan (cross section) satu atau dua arah.

15. Culvert : Gorong-gorong untuk pengaliran air paritan, creek atau sungai kecil, biasanya terbuat dari plat baja / beton bertulang.

16. Cut Back : Pemotongan pit dilakukan secara bertahap dengan garis potong sejajar dengan garis pit design, hal ini biasa dilakukan untuk mengimbangi stripping ratio pada proses pengerjaan tahap – tahap penambangan (Push back).

17. Cut & Fill : Galian / potong dan timbun.

18. Cycle time : Waktu edar untuk suatu aktivitas tertentu satu alat.

19. Delay : Waktu hilang yang dapat dikontrol / dibatasi oleh tindakan manusia, seperti : Rest Time, Refueling, Move karena blasting.

20. Dilution : Tercampurnya Ore (Emas) dengan material lain dari luar (waste, dll).

21. Disposal : Tempat pembuangan / penumpukan material tak ” dipakai “ (OB, Sub Soil, Dll).

22. Embankment : Timbunan massal (volume besar) untuk konstruksi.

23. End Wall : Dinding atau batas akhir dari penambangan. Biasanya terdapat diujung daerah penambangan (melintang strike).

24. Fleet : Sekumpulan Armada Produksi. Biasanya terdiri dari Excavator, Truck & alat pendukungnya : Bulldozer, Grader , dll.

25. Floor : Lapisan bagian paling bawah dari batu bara (coal).

26. Free face : Bidang bebas/batas antara material asli dan material yang sudah diambil (bisa coal atau OB).

27. General work : Pekerjaan yang sifatnya umum untuk mensupport pekerjaan tambang misalnya : drainasi, sloping, cleaning, dll).

28. Grade : Kemiringan jalan (%), misalnya 4 %.

29. Grade : Kandungan / kadar mineral berharga dalam bijih ( Ore seperti Emas, grade dengan satuan 4 gr/ ton).

30. Grubbing : Pengumpulan tumbuhan semak / perdu.

31. High wall : Dinding tambang pada sisi kemiringan batu bara terdalam yang terdiri dari slope dan bench.

32. Idle : Waktu hilang karena sebab yang tidak dapat dikontrol manusia, seperti : Hujan, Kabut, dll.

33. Interburden : lapisan antara, yakni zona (lapisan) tanah/batuan diantara dua atau lebih lapisan batubara yang jarak tegaknya satu dengan lainnya tidak jauh. Dapat juga diartikan sebagai lapisan pengotor yang memisahkan suatu lapisan batubara dengan ketebalan yang layak ditambang. Lapisan pengotor ini biasanya terdiri dari serpih, lempung, batu pasir, batu lanau, batu lumpur, batu lempung limonit dan sejenisnya dan mungkin mengandung lapisan tipis batubara yang tidak layak ditambang (secara ekonomis).

34. LCM : Loose Cubic Meter : Volume terurai / gembur.

35. Log stock pilling : Area penumpukan kayu batangan / gelondongan (log).

36. Low wall : Dinding tambang pada sisi terdangkal / singkapan ini bisa terbentuk dari floor atau bench/slope.

37. Match Factor : Angka yang menunjukkan hasil perbandingan antara produksi alat muat dengan alat angkut yang dilayani. Match = seimbang jika nilainya 1 (satu).

38. Mud Pond : Kolam Penampungan lumpur.

39. NAR : singkatan dari net as-received, yaitu nilai (kalori) bersih dari conto batubara yang dianalisis dilaboratorium dan merupakan nilai kalori gross air dried (lihat GAD) disesuaikan dengan pengurangan unsur hidrogen.

40. OB : singkatan dari Over Burden, yaitu lapisan tanah (batuan) yang menutupi lapisan batubara. sering disingkat dengan O/B.Bila Over Burden telah digali diangkat dan dibuang disebut waste (limbah).

41. Overall slope : Kemiringan total dari beberapa slope yaitu dari crest tertinggi sampai toe yang paling terdalam.

42. Out Crop : Singkapan batu bara / ujung atas batu bara yang terlihat langsung tanpa ada tanah (material) penutup.

43. Rain : Waktu selama hujan berlangsung.

44. Request Level (RL) : Ketinggian/level/elevasi yang diminta sesuai.

45. Rip Rap : Tempat aliran air yang sengaja dibuat untuk mengalirkan air pada sisi kiri dan kanan jalan.

46. Road drainage : Drainasi atau pengaliran air dari sisi kiri dan kanan jalan.

47. Road maintenance : Perawatan jalan yang meliputi : grading, compacting, water spraying, bund wall, re-seating material surface, perawatan dll.

48. Road pavement : Lapis pengerasan jalan, ini bisa terjadi dari agregate (batuan base/sub base coarse, coarse, surface), aspal atau beton.

49. Roof : Lapisan bagian paling atas batu bara (coal).

50. ROM ( Stock Pile ) : Run Off Mine, Raw Off Mine.

51. Seam : lapisan batubara dengan kata lain suatu pelapisan tipis bila dibandingkan dengan tebalnya batuan di sutu wilayah geologi yang dapat terbagi menjadi 2 atau lebih lapisan dan secara terpisah atau digabung merupakan endapan batubara yang biasanya layak ditambang. Seam adakalanya juga berarti lapisan bahan galian mineral logam.

52. Settling Pond : Kolam Pengendapan.

53. Sight distance : Jarak pandang baik pandangan henti sampai dengan pandangan menyiap .

54. Slippery : Wet condition, Waktu yang hilang setelah hujan sampai dengan kering dan dapat beroperasi kembali.

55. Slope : lereng atau permukaan yang miring (membentuk sudut dengan bidang datar). Biasanya bentuk kemiringan dari bukaan (permuka) tambang terbuka. Di dalam geometri tambang terbuka lereng ini mempunyai batasan (terukur) mengikuti kaidah mekanika batuan (kemantapan lereng) dan ketentuan pemerintah.

56. Stripping Ratio (SR) : Perbandingan jumlah volume batuan (OB, waste) yang harus dibongkar untuk mendapatkan sejumlah (ton) mineral/bahan tambang (Coal – Ore). Misalnya SR = 1 : 8.

57. Sub Grade : Konstruksi badan jalan dari tanah yang telah memenuhi persyaratan kepadatan tertentu.

58. Sub Soil : Tanah di bawah lapisan Top Soil tetapi diatas OB.

59. Sump : tempat yang paling rendah (semacam kolam kecil) dalam tambang (tambang dalam atau tambang terbuka) untuk menampung air dan dari tempat itu air dipompakan keluar tambang.

60. Super elevasi : Kemiringan badan jalan dari titik tengah (center line) sampai ke sisi terluar jalan.

61. Toe : Sisi bawah / kaki slope.

62. Top Soil : Tanah pucuk yang mengandung “hara” (bahan yang menyuburkan tanah.

63. Underburden : sama dengan seat clay.

64. Waste Dump : Nama lain disposal.

65. Waste : Material-material yang tidak “dipakai”.

66. Water spraying : Penyiraman jalan, biasa dilakukan untuk mengurangi debu atau menjaga kelembaban jalan tertentu.

Dibawah ini ada beberapa gambar yang bisa membantu menjelaskan beberapa istilah – istilah diatas.

1

1 

2

3 

Semoga istilah – istilah diatas bisa bermanfaat buat kita semua.

 

* Dirangkum dari berbagai sumber.

Klik disini untuk melanjutkan »»

Saturday, February 21, 2009

Job Report : Hitachi EX2500,EH1700 dan EH3500

. Saturday, February 21, 2009
1 comments

 

 EX2500, EH3500 and EH1700

Untuk pengguna Hitachi Excavator EX2500 , OHT EH1700 dan EH3500,berikut ini ada sedikit job report dari customer yang menggunakan unit-unit tersebut diatas,barangkali bisa dibandingkan dengan unit yang sama yang saat ini sedang beroperasi di site anda…jika melihat populasi unit-nya kelihatannya cukup banyak di indonesia,terutama untuk EX2500-nya..mungkin beberapa customer mining seperti PAMA , Madhani , Darma Henwa , Thiess , MBM Lati , dan lain-lain…sudah menggunakannya .Ingin membaca lebih lanjut…?

 

The Friendsvilla mine project is a big project by Alcoa Aluminium and Vigo Coal mine. The company, Vigo Coal Company, chose Hitachi products, which are an EX2500 giant loading shovel, two EH3500s of 200-ton class dump tracks and Three EH1700s of 100-ton class dump trucks. A fleet of Hitachi helps Alcoa fight rising fuel cost at the source.

Customer background and Job Requirements

As the price of oil continues its upward spiral, industry giant Alcoa Aluminum is taking aggressive steps to get a grip on energy costs by getting into the energy business. They're buying coal mines - let's face it, Alcoa didn't get where it's at by thinking small.

One of the mines, Friendsville Mine in Mount Carmel, Illinois, is close to Alcoa's Warrick Operation in Newburgh, Indiana. It will provide more than one million tons of coal per year to a facility with more than its share of blast furnaces.

 

Buying a mine is one thing, running it is another. That's why Alcoa turned to contract mining specialist, Vigo Coal Company. No doubt its discriminating taste in mining equipment played a prominent role in its getting the nod for this demanding job. A large fleet of Hitachi machine validates that fact.

Established more than 25 years ago, Vigo Coal Company prides itself on providing its customers with responsive, effective mining solutions that are both economically and environmentally sound. According to Vice President John Harman, the company is very familiar with the Friendsville Mine property.

 

"We own several mining reserves ourselves and actually purchased the Friendsville reserve in 1998. It offers coal seams unique to Wabash County that had never been commercially mined. After one customer dropped out of a potential sale, we began a dialogue with Alcoa, with whom we already had a relationship. They had a real interest in our coal as a fuel source for their Warrick plant."

Harman says Vigo assured Alcoa it had a viable product with a fairly constant 14:1 stripping ratio. That fact, and a solid ten years of coal already permitted and ready for mining, convinced Alcoa.

Why Hitachi

While Vigo maintains a standing fleet of mining equipment to support its other ongoing projects, it worked with Alcoa to purchase an impressive fleet of Hitachi iron to get the Friendsville site up to speed quickly.
"We've been a longtime believer in Hitachi's ability to provide quality equipment," says Harman. "In fact, we purchased a trio of R170s in 1987 that were the first electric-drive trucks to be placed in a mining application in Indiana. So, when it came time to ramp up for the Friendsville operation, we knew which way we were going."

Customer's comments

EX2500, EH3500 and EH1700

John Harman, Vice President, Vigo Coal Company

POWERFUL COMBINATION

Harman says the combination of the EX2500 and the Hitachi trucks is powerful. "The EX2500 removes overburden. It's exceptionally fast and extremely fuel-efficient when compared to the costs of a pair of wheel loaders - especially since diesel costs have doubled the last couple of years. And, when paired with the more efficient electric-drive Euclid/Hitachi trucks, we really see a nice cost-per-ton reduction."
Harman says he has been approached by manufacturers of other electric drive trucks, but cites the level of support he gets from Rudd, which is Rudd Equipment in Indiana and is servicing this mine site now, as reason enough to stay with the orange line.
"I'm sure those other trucks are also well-built, but, in my mind, the best truck in the world is nothing without support behind it. We can call on Rudd any time of the day and be confident that we'll get the response we need. There's just no substitute for that."

LONG-TERM COMMITMENT

The coal reserve on which the Friendsville Mine sits holds more than 35 million tons (31.75 million metric tons) of coal. Given those numbers, Harman is confidant Vigo will be in Mt. Carmel for at least another decade.
"This has been a good relationship with positive incentives for everyone involved. Alcoa has stabilized its fuel costs and is meeting roughly half of all its annual coal demands from the Friendsville Mine alone. We, on the other hand, benefit from a very nice contract and, in addition to our contracted fees, are awarded incentives for meeting production goals and cost caps, as well as a specific percentage of profits from the sale of'over-quota'production volumes."


"We're not the biggest contract mining company, but we feel we're one of the best. We have an impressive number of reclamation awards from the Department of the Interior's Office of Surface Mining to back up that statement. And a lot of this is due to the performance of our Hitachi equipment and the support we get from our Hitachi dealer."

* Vigo Coal Company is serviced by Rudd Equipment, Evansville, Indiana.

 

EX2500, EH3500 and EH1700

 

 

Customer's Profile
Company Name:
       Vigo Coal Company
Industry:
       Mining
Location:
       Friendsville Mine in Mount Carmel, Illinois, U.S.A.

Sumber : Klik disini

Klik disini untuk melanjutkan »»

Pemilu 2009, PKS Tak Jualan Syari’at Islam

.
0 comments

 

     Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tidak akan menjual isu syari’at Islam pada Pemilu 2009. “Ini agar PKS bisa menempatkan orangnya di kekuasaan. Soal syariat Islam dan sebagainya, sudah tidak relevan lagi bagi PKS,” ujar Wakil Ketua Fraksi PKS ( FPKS ) Zulkieflimansyah, di Jakarta, Jum’at (30/12/2009).

 

     Untuk itu, katanya, pihaknya mengaku siap berkoalisi dengan dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ( PDIP ). Menurutnya, konstituen PDIP yang unik menjadi daya tarik utama PKS mendekati partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri itu.

 

     “Kaum nasionalis di PDIP memiliki potret yang agak berbeda dan unik dengan kalangan nasionalis yang ada di partai lain. Oleh karena itu, koalisi PKS-PDIP adalah salah satu agenda besar kami,” lanjut Zul, sapaan akrab peraih doktor ekonomi dari universitas bergengsi di Inggris.

 

     Ia menambahkan, koalisi dengan PDI, bisa membuat tokoh Islam naik ke tampuk kekuasaan. “Kami sih inginnya, bagaimana agar bisa berkoalisi dengan PDIP, tapi kami yang menang,” kata Zul.”Terus terang, bagi PKS, lebih menarik kalau misalnya Pramono Anung berpasangan dengan Hidayat Nurwahid yang keduanya merupakan tokoh-tokoh muda. Kalkulasi politiknya pun lebih mudah.”

 

     Berkoalisi dengan PDIP, aku dia, akan mempercepat tercapainya dua agenda besar PKS. Pertama, PKS ingin mendudukkan tokoh Islam di pusat kekuasaan. “Tujuannya adalah untuk memberantas radikalisme Islam. Karena siapapun yang sudah merasakan susahnya memimpin, akan mengerti betapa salahnya akar radikalisme,” kata Zul.

 

     Agenda kedua adalah melakukan reformasi umat Islam. “PKS bukan semata-mata partai politik. PKS sekaligus sebuah gerakan moral yang tujuan pendiriannya adalah untuk mempercepat reformasi internal di kalangan umat Islam,” tandasnya. (WarnaIslam, 30/01/09)

 

Sumber : www.hizbut-tahrir.or.id

Klik disini untuk melanjutkan »»

Pengenalan Geologi Batubara

.
0 comments

Apabila Suatu tumbuhan atau pohon mati dan roboh ke atas tanah, maka pohon tersebut akan mengalami pembusukan dan penguraian baik secara biokimia yang melibatkan bakteri maupun secara kimia dan fisika.Bagian organik pohon tersebut akan terurai menjadi CO2 dan H2O, sedangkan bagian atau unsur anorganiknya akan kembali ke tanah dan bercampur dengan mineral tanah.

 

Apabila suatu pohon yang mati kemudian jatuh kedalam air atau rawa yang cukup dalam, maka pohon tersebut akan mengalami pembusukan baik secara biokimia maupun secara kimia dan Fisika. Pada kedalaman tertentu bakteri yang menguraikan sisa pohon tersebut tidak dapat bekerja lagi, sehingga perubahan yang terjadi selanjutnya hanya perubahan fisik dan kimia. Dalam hal ini pohon tersebut tidak mengalami pembusukan secara sempurna, dan lama kelamaan, sisa tumbuhan tersebut akan berubah menjadi suatu sediment organik yang kemudian disebut BATUBARA “

 

Ada 2 teori yang menerangkan terjadinya batubara yaitu :

1.Teori In-situ :

Batubara terbentuk dari tumbuhan atau pohon yang berasal dari hutan dimana batubara tersebut terbentuk.Batubara yang terbentuk sesuai dengan teori in-situ biasanya terjadi di hutan basah dan berawa, sehingga pohon-pohon di hutan tersebut pada saat mati dan roboh, langsung tenggelam ke dalam rawa tersebut, dan sisa tumbuhan tersebut tidak mengalami pembusukan secara sempurna, dan akhirnya menjadi fossil tumbuhan yang membentuk sediment organik.

 

2.Teori Drift :

Batubara terbentuk dari tumbuhan atau pohon yang berasal dari hutan yang bukan di tempat dimana batubara tersebut terbentuk.Batubara yang terbentuk sesuai dengan teori Drift, bisa berasal dari hutan basah atau kering. Tumbuhan atau pohon yang sudah mati dan roboh keatas tanah kemudian terbawa oleh banjir atau aliran sungai sehingga sisa-sisa tumbuhan tersebut akhirnya mengendap di delta-delta sungai purba atau terkumpul dan tersedimentasi didasar danau purba.

 

Pembentukan Batubara (Coalification)

--> Peatification (Pembentukan Peat)

     Perubahan Biokimia atau Diagenetik Oleh bakteri aerob dan anaerob

--> Transisi Peat - Lignite

     Perubahan diagenetik dan metamorfosis Disebabkan oleh perubahan fisik dan kimia karena pengaruh panas dan tekanan terhadap endapan tersebut.

--> Transisi Lignite - Sub-bituminous

     Pengurangan porositas dan kadar air akibat tekanan overburden.

--> Transisi Sub-bituminous - Bituminous

     Penurunan Oksigen dan moisture, dan naiknya nilai kalori yang cukup signifikan.

--> Transisi Bituminous – Anthrasit

     Penurunan drastis hydrogen dan rasio H/C diikuti dengan pelepasan gas methan. Peningkatan gugus hidrokarbon aromatik.

 

Gambar Struktur Molekul Empiris Batubara

 

image

 

Gambar Struktur Molekul Batubara Peringkat Rendah

 

image

 

Ada 3 Faktor yang mempengaruhi pembentukan batubara , yaitu :

1.Umur

 

Simplified Geological Time Scale

PERIODE KURUN WAKTU

Quarternary

Sekarang – 2 Juta tahun yang lalu

Tertiary

2 – 65 Juta tahun yang lalu

Cretaceous

65 – 135 Juta tahun yang lalu

Jurrasic

135 – 180 Juta tahun yang lalu

Triasic

180 – 225 Juta tahunyang lalu

Permian

225 – 275 Juta tahun yang lalu

Carboniferous

275 – 350 Juta tahun yang lalu

Devonian

350 – 410 Juta tahun yang lalu

 

Zaman Tertiary dibagi lagi menjadi 6 sub-zaman yang disebut Epoch,dimana pembagian zaman Epoch ini adalah sebagai berikut :

 

EPOCH PERIODE ( JUTA TAHUN KURUN WAKTU
Paleocene

65 - 59

6 Juta Tahun

Eocene

59 - 34

25 Juta Tahun

Oligicene

34 - 25

9 Juta Tahun

Miocene

25 - 12

13 Juta Tahun

Pliocene

12 – 2.5

9.5 Juta Tahun

 

2.Temperatur

  • Geothermal Gradient

    Adalah Sumber panas yang berasal dari perut Bumi. Semakin dalam ke perut bumi, maka semakin panas temperaturnya. Kenaikan temperature yang normal adalah 3-4 derajat Celsius untuk setiap kedalaman 100 meter.

  • Igneous Intrusion

    Adalah kontak antara lelehan magma dengan batubara sebagai akibat dari aktifitas vulkanik.

    --> Intrusi yang memotong dengan arah vertikal terhadap seam batubara disebut Dyke

    --> Intrusi yang memotong dengan arah horisontal terhadap seam batubara disebut Sill

     

3.Tectonic Activity

Aktifitas tektonik dapat menghasilkan panas sebagai akibat suatu gesekan atau pergeseran lempeng bumi atau blok batuan. Proses pergeseran atau gesekan tersebut sering disebut Patahan atau Faulting

 

Faktor Tekanan

  • Kedalaman, selain menimbulkan efek temperature juga dapat menimbulkan efek tekanan sebagai akibat dari berat beban diatasnya (overburden)
  • Aktifitas tektonik juga dapat menimbulkan efek tekanan terutama pada shearing force atau gaya lintang.

Klasifikasi Batubara.

Ada beberapa klasifikasi untuk menentukan batubara,yaitu sebagai berikut :

--> ASTM Classification

 

image Klasifikasi Batubara Menurut Standar ASTM D-338

 

--> Seyler’s Classification

--> Ralston’s Classification

--> ECE Classification (Economic Commission for Europe)

--> International Classification for Lignite

 

Substansi Batubara :

1.Moisture

   --> Equilibrium Moisture

   --> Total Moisture

   --> Air dried Moisture

   --> Transportable Moisture

   --> Dll

2.Mineral Matter

   --> Ash Analysis

   --> Trace elements

   --> Ash Fusion Temperature

   --> Ash Content

   --> Ash Resistivity

   --> Dll

3.Organic Matter

   --> Ultimate

   --> Volatile Matter

   --> Fixed Carbon

   --> Calorific Value

   --> Maceral

   --> Dll

 

Group Substansi Batubara

 

Grup Substansi Batubara

Maceral Batubara :

 

GROUP MACERAL MACERAL

VITRINITE

Telinite

Collinite

Vitrodetrinite

LIPTINITE / EXINITE

Sporinite

Cutinite

Resinite

Alginite

Liptodetrinite

INERTINITE

Micrinite

Macrinite

Semifusinite

Fusinite

Sclerotinite

Inertodetrinite

 
* Diolah dari berbagai sumber.

Klik disini untuk melanjutkan »»

Friday, February 20, 2009

Maintenance Alat Berat ( bagian 2 )

. Friday, February 20, 2009
1 comments

1. Preventive Maintenance.

      Perawatan yang dilakukan pada unit tujuannya adalah untuk mencegah atau memindahkan kemungkinan munculnya gangguan / kerusakan pada machine. Preventive Maintenance dilakukan tanpa perlu menunggu adanya tanda–tanda kerusakan atau rusak. Untuk demikian ini, preventive maintenance dibagi atas tiga model maintenance :
1. Periodic Maintenance
2. Schedule Overhaul
3. Condition Base Maintenance

 

1.1 Periodic maintenance
       Periodic maintenance adalah pelaksanaan service yang harus dilakukan setelah peralatan bekerja untuk jumlah jam operasi tertentu. Jumlah jam kerja ini adalah sesuai dengan jumlah yang ditunjukan oleh pencatat jam operasi (service meter) yang ada pada alat tersebut.Periodic maintenance ini, meliputi:

 

1.1.1 Periodic inspection
      Pemeriksaan atau inspeksi harian sebelum unit dioperasikan dan pemeriksaan mingguan, hal ini dilakukan untuk mengetahui kedaan machine apakah aman untuk dioperasikan.Dalam melaksanakan periodic inspection terutama dalam pelaksanaan perawatan harian ( daily maintenance ), bisa menggunakan beberapa alat bantu, antara lain :

  1. Check sheet: Suatu form ( daftar ) yang dipergunakan untuk mencatat hasil operasi dari tiap – tiap machine dalam satu hari operasi.
  2. Daily check form : Suatu form (daftar) seperti halnya check sheet, letak perbedaannya hanya pada ukurannya yaitu pocket size sehinggga operator atau service-man akan dengan mudah mencatatnya.

1.1.2 Periodic service
      Perawatan machine / unit yang teratur adalah sangat penting demi menjamin pengoperasian yang bebas dari kerusakan dan memperpanjang umur unit. Waktu dan uang yang dikeluarkan untuk melaksanakan periodic service (perawatan berkala) akan dikompensasi dengan menjadi panjangnya umur unit dan berkurangnya ongkos operasi unit. Semua angka yang menunjukkan jumlah jam kerja pada keterangan yang tertera pada check sheet adalah didasarkan pada angka–angka yang dilihat pada service meter.

      Pada medan kerja unit yang berat atau kondisi operasi yang berat, maka jadwal periodic service bisa lebih dipersingkat lagi,tanpa harus mengikuti jadwal perawatan yang telah ditentukan oleh buku perawatan unit ( OMM )

      Jadi Periodic service adalah suatu usaha untuk mencegah timbulnya kerusakan yang dilakukan secara kontinyu dengan interval pelaksanaan yang telah tertentu berdasarkan hour meter ( HM ). Dalam pelaksanaannya lihat bagan berikut:

 

Jadwal PS

 

      Untuk PS 250 yang pertama bila machine masih baru maka perlu di perlakukan secara khusus. Dalam hal ini ada beberapa item yang mesti diganti walaupun usia pakainya belum selesai. Dengan melakukan hal ini berarti biaya yang di keluarkan memang lebih besar di awal kepemilikan alat ( baru atau setelah total overhaul). Tetapi, walau demikian suatu mesin yang baru tetap membutuhkan pengoperasian yang ekstra hati-hati pada 100 jam pertama, hal ini bertujuan untuk mendudukkan bagian-bagian yang bergerak dari mesin. Mesin baru harus dioperasikan dengan hati - hati, terutama mengenai hal-hal berikut ini:

  • Setelah start, hidupkanlah engine kira - kira 5 menit pada putaran rendah untuk memanaskannya sebelum beroperasi yang sesungguhnya.
  • Hindari menjalankan engine dengan putaran engine yang tinggi.
  • Hindari menjalankan atau menambah kecepatan mesin secara tiba-tiba, mengerem dengan tiba- tiba serta membelok dengan tajam jika tidak diperlukan.
  • Pada pengoperasian 250 jam kerja pertama, oli dan elemen saringannya harus diganti seluruhnya dengan oil dan elemen saringan yang baru dan asli.
  • Ingatlah selalu untuk melakukan perawatan dan pemeriksaan berkala seperti yang ditunjukan pada buku petunjuk.
  • Ingatlah selalu untuk mempergunakan bahan bakar dan minyak pelumas yang dianjurkan oleh pabrik.

2. Schedule Overhaul.
      Jenis perawatan yang dilakukan dengan interval tertentu sesuai dengan standard overhaul di lakukan terhadap masing-masing komponen yang ada.Schedule overhaul dilaksanakan untuk merekondisi machine atau komponen agar kembali ke kondisi standard sesuai dengan Standard Factory.

      Interval waktu yang telah di tentukan dipengaruhi oleh kondisi yang beraneka ragam seperti kondisi medan operasi, periodic service, skill operator dan sebagainya.

      Overhaul di laksanakan secara terjadwal tanpa menunggu machine / komponen tersebut rusak Dalam pelaksanaannya kadang kala terjadi sesuatu yang bisa merubah jadwal (schedule) overhaul tersebut.Misalnya engine yang tadinya direncanakan untuk di overhaul di HM 12.000,namun karena pada HM tersebut kondisi engine masih bagus,maka overhaul-nya diundur hingga HM mencapai 14.000.Macam - macam overhaul :

  • Engine overhaul
  • Transmission overhaul
  • Final drive overhaul
  • General overhaul.
  • Dan sebagainya.

3. Condition Base Maintenance
      Adalah jenis perawatan yang bertujuan untuk mengembalikan kondisi unit seperti semula (standard), dengan cara melakukan pekerjaan service Seperti: PPM, PPU yang hasil pengukurannya disesuaikan dengan standard yang terbaru (service news dan modification program).

      Hal-hal yang perlu diperhatikan pada saat melaksanakan pekerjaan perawatan adalah sebagai berikut:

  • Kecuali diinstruksikan secara spesifik/khusus, lakukanlah pekerjaan perawatan dengan engine dalam keadaan mati. Ketika melakukan pekerjaan dengan keadaan engine hidup,pekerjaan harus dilakukan oleh dua orang. Seorang operator harus duduk di tempat duduk operator dan yang lain melakukan pekerjaan perawatan. Keduanya harus bekerjasama dengan erat untuk menjamin keselamatan kerja yang semaksimum mungkin.
  • Gantungkanlah tanda peringatan (tag lock) untuk mencegah orang lain mengoperasikan mesin.
  • Buanglah oli setelah terlebih dahulu dipanasi sampai mencapai temperatur kerja.
  • Sebelum membuka tutup/cap radiator release terlebih dahulu tekanan yang ada di dalamnya.
  • Hindari untuk membuka tutup/cap tangki dan saluran pembuangan olinya ketika masih panas.
  • Setelah penggantian oli, penggantian elemen saringan, pembersihan dan lain-lain,lakukan bleeding udara jika diperlukan.
  • Untuk semua tempat pengisian oli yang menggunakan saringan kawat, hindari membuka saringan pada saat melakukan pengisian oli,
  • Pelumas/oli tidak boleh lebih atau kurang dari standar yang ditentukan. Pada saat melakukan pengecekan level oli harus menunjukkan ukuran yang tepat.
  • Ketika melakukan greasing, semua grease yang lama harus keluar dan terganti oleh grease yang baru, kemudian bersihkanlah grease yang keluar dari bagian yang digreasing.
  • Ketika melakukan penggantian oli, lakukanlah pemeriksaan oli bekas, filter, dan magnetik plug dari serbuk/geram.
  • Ketika membuka bagian-bagian yang memakai o-ring, bersihkan dudukannya, dan ganti o-ring dengan yang baru.

      Adapun hal-hal dibawah ini adalah peringatan secara umum untuk keselamatan dalam pelaksanaan perawatan.

  • Pergunakanlah helm, safety shoes, sarung tangan. Gunakan kacamata apabila diperlukan.
  • Apabila pekerjaan perawatan dilakukan oleh lebih dari satu orang, koordinirlah pekerjaan tersebut demi keselematan dan mencegah terjadinya miss komunikasi.
  • Cegahlah orang-orang yang tidak berkepentingan untuk mendekati unit yang sedang diinspeksi.
  • Gunakan selalu spare part yang direkomendasikan oleh factory.
  • Gunakan Oli, grease, coolant, yang direkomendasikan oleh factory.
  • Gunakan pelumas yang kondisinya bersih, baik pelumas, tempat maupun alat untuk proses pengisian.
  • Periksa atau ganti oli pada tempat yang tidak berdebu, untuk mencegah kontaminasi.

Sebelum melakukan proses maintenance perhatikan hal-hal berikut:

  • Parkir unit di tempat yang rata dan keras, kemudian aktifkan parking brake.
  • Jika pekerjaan dilakukan di ruang tertutup, perhatikanlah ventilasi udara.
  • Cuci unit terlebih dahulu, terutama yang harus lebih diperhatikan adalah pada tempat-tempat pengisian dan drain oli.

Bath Up Curve (Kurva Bak Mandi)

 

Bath Up Curve

 

      Selama periode indreyen, perlu perhatian lebih khusus. Agar pada periode B dapat diperpanjang, perawatan pada periode B perlu diperhatikan agar kenaikan biaya periode C menjadi rendah. Secara keseluruhan apa yang dilakukan pada periodik service dapat dilihat pada buku OMM (Operation & Maintenance Manual).

Sumber : PM Scania Training Handbook

Klik disini untuk melanjutkan »»

Thursday, February 19, 2009

Maintenance Alat Berat ( Bagian 1 )

. Thursday, February 19, 2009
0 comments

1. Fundamental Preventive Maintenance.


     Tahukah anda, apa penyebab utama dari cepatnya kerusakan suatu alat, khususnya alat-alat besar saat ini? Berapa kali anda mendengar, ”Besok kita greasing”, atau ” Besok saja kita tambah oli / ganti oli”.Hari esok tiba, pekerjaan pun sudah menunggu, sehingga tidak ada waktu untuk greasing ( memberi gemuk ).Kebiasaan yang buruk demikian akan berakibat mempercepat kerusakan ( breakdown ) atau biaya operasi menjadi tinggi. Upaya kita dalam mencegah hal-hal yang tidak diinginkan tersebut adalah dengan mengusahakan Preventive Maintenance, dimana kebiasaan tersebut merupakan tindakan yang baik untuk menjaga agar performance unit yang kita miliki menjadi lebih baik.

 

     Dengan memahami fundamental preventive maintenance yang baik, anda dapat melakukan perawatan dengan benar dan efisien. Kemudian anda pasti akan puas mendapatkan sesuatu yang lebih dari alat-alat yang anda kelola.Dengan melaksanakan preventive maintenance yang baik, akan didapatkan tiga keuntungan sebagai berikut:
A. Mengurangi kerusakan.
B. Biaya operasi menjadi lebih hemat.
C. Keamanan alat-alat terjamin dengan baik.

 

A. Mengurangi Kerusakan.
Jika kerja suatu alat lebih berat, preventive maintenance-nya pun perlu ditingkatkan.

 

B. Hemat Biaya Operasi.
     Sedikit rupiah untuk untuk membiayai preventive maintenance berarti membayar sejumlah besar kesempatan. Sebagai contoh melakukan ”Tune-Up” ( penyetelan ) suatu engine sangat memungkinkan menghemat 15% konsumsi bahan bakar dan menaikkan power lebih dari 10% dari sebelumnya.

C. Keamanan Alat Terjamin untuk Dioperasikan.
     Jika unjuk kerja suatu mesin kurang baik, anda akan cenderung menambah waktu operasi karena kemampuan alat yang berkurang. Anda akan cenderung untuk terus bekerja atau tidak rela membuang-buang waktu hanya untuk mengejar target produksi, sehingga perlakuan anda terhadap alat menjadi tidak terkontrol. Jagalah alat anda seaman mungkin, pasti akan menghasilkan kondisi yang sempurna.

 

# Filosopi Maintenance
     Secara umum, perawatan dapat didefinisikan sebagai usaha tindakan–tindakan reparasi yang dilakukan untuk menjaga agar kondisi dan performance dari sebuah mesin selalu seperti kondisi dan performance dari mesin tersebut waktu masih baru, tetapi dengan biaya perawatan yang serendah–rendahnya. Untuk menjaga agar kondisi dan performance dari mesin tidak menurun adalah usaha–usaha teknis, sedang menekan biaya perewatan sampai serendah mungkin menyangkut soal–soal management. Sebagai alat, alat–alat besar harus diperlakukaln sebagai layaknya sebuah alat produksi, yaitu agar selalu ada dalam kondisi yang prima dan dapat bekerja secara terus menerus dengan down time yang seminimum mungkin. Hal–hal tersebut dapat dicapai dengan perawatan atau pemeliharaan yang baik. Perawatan yang dinilai baik adalah perawatan yang menghasilkan down time yang seminimum mungkin tetapi tentu saja dengan biaya perawatan yang serendah mungkin.Berikut ini dapat dilihat beberapa kasus yang menjadi penyebab terjadinya kerusakan.

 

Penyebab kerusakan alat

 

     Kerusakan akibat kesalahan / kelainan maintenance menduduki porsi tertinggi yaitu :
41%: Kelainan dalam Periodic Maintenance.
31%: Kelainan daam Daily Inspection.
Dengan demikian kesalahan dalam maintenance memiliki porsi 72 %.

 

# Definisi Maintenance
     Dengan demikian perawatan / maintenance dapat diartikan secara definitive adalah:
Suatu kegiatan service untuk mecegah timbulnya keausan tidak normal ( kerusakaan ) sehingga umur alat dapat mencapai atau sesuai umur yang direkomendasikan oleh pabrik.Kegiatan service meliputi pekerjaan berupa :
a. Pengontrolan
b. Penggantian
c. Penyetelan
d. Perbaikan
e. Pengetesan
     Kesemuanya itu merupakan aktivitas secara total. Masih banyak mekanik yang beranggapan bahwa maintenance / perawatan adalah pekerjaan ringan seperti, ganti oli, ganti filter, membersihkan filter udara, mengganti air pendingin dan beberapa pekerjaan rutin sehari – hari. Kadang - kadang seperti overhaul, machine inspection, tidak dianggap sebagai aktivitas maintenance. Dengan demikian, mainetanance diadakan bertujuan untuk :
1. Agar suatu alat selalu dalam keadaan siaga siap pakai ( High availability = berdaya
guna physic yang tinggi ).
2. Agar suatu alat selalu dengan kemampuan prima, berdaya guna mekanis yang paling
baik ( Best Performance ).
3. Agar biaya perbaikan alat menjadi lebih hemat ( Reduce repair cost )
Agar tujuan tersebut tercapai maka maintenance perlu diorganisir sedemikian rupa.Berikut adalah managemen organisasi yang dilakukan :


MAINTENANCE CHART

Maintenance diagram

 

Sumber : PM Scania Training Handbook

Klik disini untuk melanjutkan »»

O&O COST AND FLEET UTILIZATION

.
2 comments

EQUIPMENT COST ( Owning & Operating Cost )

 

Terdiri dari 2 Komponen utama,yaitu :

  1. Owning Cost
  2. Operating Cost

1.Owning Cost ( Biaya kepemilikan alat ).

» Dalam pembukuan dibebankan setiap jam dari unit, tidak melihat standby atau bekerja (sesuai jam dunia) –> Fixed cost

 

Dalam perhitungan cost internal

» Hanya dibebankan pada jam unit bekerja saja. Berguna untuk menghitung estimasi biaya atau perhitungan sesaat saja

 

» Salvage Value atau Nilai Sisa, adalah:

Estimasi harga unit setelah masa Depresiasi atau nilai penyusutannya nol (Berakhir)

 

Yang termasuk dalam komponen owning cost diantaranya adalah sebagai berikut :

  • Depreciation ( Penyusutan )

» Adalah biaya atau ongkos yang dikeluarkan akibat adanya keausan (penurunan) nilai barang karena pemakaian

 

» Biaya Penyusutan disebarkan sesuai dengan umur alat pertahun secara merata (straight line), sehingga pem-bebanan biaya tidak besar di awal proyek

 

Depresiasi

  • Interest ( Bunga bank – Selama masa peminjaman ).
  • Insurance ( Asuransi – Kecelakaan , mobilisasi ,dll ).
  • Taxes ( Pajak – Bea masuk alat ,balik nama , pajak kendaraan / alat berat ,dsb )

2.Operating Cost ( Biaya Operasi ).

» Adalah biaya yang dibutuhkan ketika alat/unit sedang bekerja atau agar unit dapat beroperasi

 

Yang termasuk dalam komponen operating cost diantaranya adalah sebagai berikut :

  • Fuel ( Sesuai dengan pemakaian perjam ).
  • Lube Oil ( Sesuai dengan pemakaian perjam ).
  • Grease ( Sesuai dengan pemakaian ).
  • Filter , etc  ( Sesuai dengan pemakaian )
  • Tire / undercarriage ( Dihitung terhadap umur ban atau undercarriage ).
  • Repair ( Biaya spare part dan labour cost-nya ).
  • Operator wages ( upah operator )
  • Special items / GET ( Cutting edge , poin ripper , tooth bucket , dll ).

FLEET UTILIZATION

 

PA : Physical Availability

--> Ketersediaan alat dalam waktu tertentu (mis. 1 hari)

--> Responsible dari Mekanik

 

PADimana :

 

WH = Working Hours
SH  = Service Hours

RH  = Repair Hours ( Termasuk ganti ban )
StH = Standby Hours ( Hujan,demo,tidak ada operator,dll )

 

UA : Utilization of Availability

--> Pemakaian alat oleh Operation dari PA yang tersedia atau available

 

                 W

UA =   ----------------

               W+S

Dimana :

 

W  = Working Hours

S   = Standby Hours ( Hujan,demo,tidak ada operator,dll )

 

Penting untuk diketahui : Schedule Hours = 24 Hours / Day.

 

Sumber : APAAB Training Handbook

Klik disini untuk melanjutkan »»

Pemilihan Alat Berat Dan Aplikasinya

.
11 comments

PEMILIHAN ALAT

  1. Karakterisitik material (sifat fisik, kekerasan, abrasive, Liat dll.)
  2. Bentuk endapan commodity/bijih
  3. Struktur batuan
  4. Tingkat produksi yang diharapkan
  5. Ukuran produk
  6. Metoda/Cara penambangan dll.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKTIVITAS ALAT

 

A. Tahanan Gali (Digging Resistance)

Adalah tahanan yang dialami oleh alat-alat pada waktu melakukan penggalian meliputi :

--> Gesekan antara alat gali dan Tanah

--> Kekerasan tanah/batuan

 

B. Tahanan Gulir (Rolling Resistance)

Adalah jumlah segala gaya-gaya luar yang berlawanan dengan arah gerak kendaraan yang berjalan diatas permukaan jalan.

 

C. Tahanan Kemiringan (Grade Resistance)

Besarnya gaya berat yang melawan atau yang membantu gerak kendaraan karena kemiringan jalur jalan yang dilewati

 

D. Koefisien Traksi (Traction Coefisien)

Suatu faktor yang menunjukan besarnya traksi antara permukaan ban atau track dengan jalan yang dapat digunakan untuk menarik/ mendorong.

 

E. Rimpull

Adalah besarnya kekuatan tarik (pulling force) yang dapat diberikan oleh mesin kepada permukaan roda atau ban penggeraknya yang menyentuh permukaan jalur jalan.

 

F. Percepatan (Acceleration)

Adalah waktu yang diperlukan untuk mempercepat kendaraan dengan memakai kelebihan Rimpul yang tidak dipergunakan :

--> Kendaraan semakin berat semakin lama waktu yg dibutuhkan

--> Semakin besar rimpul semakin cepat kendaraan

 

G. Efisiensi Operator

Merupakan faktor manusia yang menggerakan alat-alat berat, sangat bervariasi untuk tiap operator tergantung dari, skill, umur, pengalaman dsb

 

H. Swell Factor atau Faktor Pengembangan

Apabila material digali dari tempat aslinya akan terjadi pengembangan akibat terjadinya proses dari tidak terkonsolidasi material.

 

ALAT PEMBERAIAN BATUAN

Metoda yang umum digunakan untuk pemberaian material overburden,bijih (ore) dan batubara adalah ripping dan drilling – blasting

 

A. RIPPING

Ripping digunakan untuk pemberaian material sebelum dimuat oleh Shovel/Back Hoe/Loader/Dragline ke dalam Truck atau ke tempat lain.Faktor yang paling berpengaruh dalam produksi Ripping adalah :

--> Dozer Power and Weight

--> Type batuan (karakteristik batuan)

--> Jumlah Ripper

--> Panjang Ripping

--> Kedalaman Penetrasi

--> Struktur geologi (Spasi joint, sesar dan orientasinya)

 

B. PEMBORAN Produksi & Peledakan

Prinsip dari Metoda Pemboran adalah : “ROTARY-PERCUSSION and ROTARY”

 

1. ROTARY PERCUSSION DRILLING

--> Top Hammer Drilling

Hammer Piston yang ditempatkan di posisi paling atas (Top) diteruskan ke Drill Bit melalui batang Bor è jenis ini digunakan untuk lubang diameter kecil dan dangkal

 

--> Down The Hole Drilling

Piston diposisikan di bawah batang bor dan langsung memukul Bit è digunakan untuk diameter lubang sekitar 85 s/d 200 mm dan kedalaman sampai dengan 20 meter.

 

2. ROTARY DRILLING

Umumnya digunakan untuk lubang yang lebih besar sampai dengan 400 mm, dan kemampuan penetrasi maximum sampai dengan 100 meter

 

PEMILIHAN MESIN BOR

  1. Ukuran material (fragmentasi) yang diharapkan dan dapat ditangani oleh alat Loading , Hauling & Crushing
  2. Tingkat Produksi
  3. Kondisi/Lingkungan kerja
  4. Kedalaman lubang
  5. Kekerasan Batuan

ALAT-ALAT MUAT (LOADING UNITS)

1.Hydraulic/Loading Shovel

Kelebihan :

--> Dapat memberikan produksi lebih tinggi dibandingkan dengan Back Hoe biasanya “bucket” nya lebih besar dibandingkan dengan back Hoe

--> Dapat menangani material sampai dengan ukuran bolder besar

--> Shovel mempunyai kapasitas lebih besar 10% - 20% daripada Backhoe

Kekurangan :

--> Kondisi operasinya Terbatas (Kurang Flexible)

--> Memerlukan alat tambahan, misalnya : Bulldozer

 

pc3000 resize

 2. Back Hoe

Kelebihan :

--> Mampu menggali material pada berbagai kondisi (Loading di floor, Channel, dan Roof)

--> Manuver lebih baik

--> Dapat beroperasi dengan areal kerja lebih sempit

--> Pada Kelas yang sama, Backhoe mempunyai ketinggian gali ke atas dan ke bawah lebih besar dari pada Shovel.

Kekurangan :

--> Ukuran Bucket lebih kecil dibanding Shovel untuk ukuran mesin yang sekelas

 

Hitachi Big 

3. Dragline

4100xpb-2

 

4. Wheel Loader

Kelebihan :

--> Mobilitas dan manuver-nya sangat tinggi

--> Cocok untuk loading di stock pile

Kekurangan :

--> Memerlukan Dozer untuk menumpuk material O/B

--> Memerlukan kondisi lantai kerja yang baik

 

994F 

5. Track Loader/Shovel Loader

973C Resize

--> Tidak ekonomis pada produksi tinggi karena lebih banyak digunakan untuk pekerjaan konstruksi

--> Cocok untuk permukaan yg licin / tidak slip

6. Bucket Wheel Excavator

BWE

8. Clamshell/Grab Bucket

 

dredge_clamshell

8. Continuous Loader

continuous-rotation-backhoe-loader-resize

 

METODA PENGGALIAN

 

BACK HOE :

--> Mesin diposisikan pada atas material galian

--> Truck diposisikan pada lantai material galian

 

SHOVEL :

--> Alat dan Truck diposisikan pada muka kerja (lantai material galian) yang sejajar/ sama

 

 

YANG PERLU DIPERHATIKAN PADA SHOVEL & BACKHOE

--> Ukuran Bucket (m3)

--> Digging Reach (m)

--> Digging Depth (m)

--> Digging Force (Kg/Newton)

--> Kecepatan Swing (Rpm)

 

image

 

image

 

ALAT-ALAT ANGKUT (TRANSPORT)

1.Dump Truck (Truk Jungkit)

--> Mampu beroperasi pada ukuran Fragment yang besar

--> Memerlukan kondisi jalan yang baik untk meningkatkan productivitas dan menurunkan Cost of Tyre

--> Dapat mendumping di hopper atau di dumping pad

--> Terbatas dalam operasi ekonomisnya ± 4 km

--> Mobilitasnya tinggi

 

960E

 

2. Bulldozer

--> Ekonomis untuk Radius di bawah 100 meter

 

d575_18

 

3. Trailer Truck

--> Digunakan hanya untuk material lebih ringan misalnya Batu Bara

--> Tepat untuk jalan datar dengan kecepatan tinggi

--> Sesuai untuk Dumping langsung di Hopper

 

Trailer

4. Conveyor

--> Volume tinggi, jarak jauh, unit cost rendah

--> Sulit untuk dipindah-pindahkan

--> Memerlukan ongkos investasi yang tinggi

--> Dapat menghandle material dengan grade sampai dengan 40%

--> Lebih aman dibanding dengan Truck

--> Dampak Polusi Lingkungan lebih rendah

5. Cable Way Transportation

6. Lokomotif (Lori)

7. Pompa atau Pipa

8. Tongkang

9. Power Scraper , dll

 

HAUL ROAD MAINTENANCE

 

GRADER

1.Perbaikan jalan/meratakan jalan secara terus menerus untuk mengurangi Rolling Resistance.

2.Frekuensi perataan/grading tergantung pada standar konstruksi dan kepadatan lalu lintas serta beban kendaraan.

3.Frekuensi grader dapat terjadi 1 kali dalam se-jam atau 1 kali dalam 1 shift, rata-rata 1 kali dalam 2,5 jam.

 

HH-RP-1-Cat24M

COMPACTOR

Penimbunan jalan kadang diperlukan untuk menambah daya dukung tanah, bisa berupa tanah atau perkerasan.Material Timbunan ini harus dipadatkan agar daya dukung meningkat sesuai dengan desain. Tanpa pemadatan, usaha tsb akan sia-sia.

Tipe Compactor :

- Static

- Vibrator (Tenaga pemadatan lebih besar)

Tipe Drum Compactor :

- Smooth (tipe material : Granular atau Clay/silt)

- Padfoot/Sheepfoot (tipe material : Clay / Silt)

 

bruder-02433-caterpillar-asphalt-drum-compactor

 

WATER SPRAYING

Digunakan untuk menjaga permukaan jalan tetap lembab (tidak basah), sehingga mengurangi adanya debu, mengurangi gangguan jarak pandang dan memelihara permukaan jalan agar tetap padat.

Jumlah keperluan air tergantung pada :

--> Type material permukaan jalan

--> Kelembaban alami

--> Curah Hujan

--> Penguapan

--> Kepadatan lalu lintas

Jumlah Water Sprayer Truck dihitung berdasarkan cycle time truck, pengisian tank dan pompa penyemprotan.

 

waterwagon resize

 

PRODUKTIVITAS & FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH ALAT MUAT

 

Faktor yang berpengaruh terhadap produktivitas alat muat :

--> Ukuran Bucket / kapasitas Bucket

--> Swell Factor

Sifat fisik material yang diukur dari perubahan volume padat / bank (Bcm) menjadi Loose (Lcm)

--> Fill Factor Bucket

Persentasi / porsi bucket yang terisi terhadap total Kapasitas Bucket

--> Cycle Time ;

Digging

Swing Isi

Dumping

Swing Kosong

 

Faktor yang mempengaruhi Cycle Time Loader

--> Ukuran Mesin (makin kecil, makin cepat)

--> Kemudahan Penggalian

--> Posisi Truck (Single Side / Double Side Loading)

--> Kondisi Lantai kerja

--> Keterbatasan manuver

--> Ketrampilan Operator

 

RUMUS-RUMUS PRODUKTIVITAS

 

ALAT MUAT

Q = q x k x 60/cm x E

 

Q = Produktivitas per jam

q = Kapasitas bucket

k = faktor pengisian

cm = cycle time bucket

E = efisiensi kerja

 

ALAT ANGKUT

Q = C x 60/cm x E

 

C = n x q x k

Q = Produktivitas per jam

n = Rate capacity of truck/(q x k x loose density)

cm = load time + Travel T + Spot Time

q = Kapasitas bucket

k = faktor pengisian

cm = cycle time bucket

E = efisiensi kerja

 

Sumber : APAAB Training Handbook.

Klik disini untuk melanjutkan »»
 

Alexa Page Rank

Site Meter

Info Komputer Pengunjung

IP
Namablogkamu is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com | Distributed by Blogger Templates